uchie's posts with tag: nonton film
| Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Bagus.. Hebat... Salut... buat seorang hanung yang sudah baerusaha menampilkan Islam yang indah seperti halnya Kang Abik. Walau ada satu dua hal yang berbeda (berarti mencirikan film ini adalah karya interpretasi Hanung bukan Kang Abik), ga berarti ga bagus. Tetap ada satu hal yang mengganjal. Karena buat uchie inti emosi dari novel itu tercipta ketika Maria meninggal setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun, disini mungkin lebih baik untuk tidak di interpretasikan mengingat ada komunitas di luar islam yang mungkin akan tersinggung. Inti yang uchie tangkap dari Hanung itu ada pada kata2 terakhir Maria pada Fari dan Aisha, "Keinginan untuk memiliki dan Cinta itu dua hal yang sangat berbeda". Both women have Fahri as their husband, but they have him in different ways which eventually comes to one conclusion, Cinta pada ALLAH SWT.
Lucu, malu-maluin, almost bokep slapstick gaya warkop tapi penuh makna (buat gue). Alkisah ada seorang pemuda bernama Jojo (Tora Sudiro). Diusianya yang ke 27 th, dia belum bisa mencapai keberhasilan dalam hidup. Gonta ganti kerjaan yang selalu berakhir ga beres (terakhir jadi tukang pel swalayan yang bikin chaos), hingga akhirnya terpaksa jadi tukang tambal ban. Nah, si Jojo ini kemudian ketemu sama Mudakhir seorang pemburu (alias mucikari/germo yang mencari cowo untuk dijadikan gigolo). Dengan segala bujuk rayu (beneran caranya jayus abis) si Jojo akhirnya mau ikut pelatihan jadi gigolo. Scene Jojo sama si Marley (Aming) dan Piktor (Lukman Sardi) yang kemudian jadi sohib Jojo, waktu mereka sama2 ngikutin training menjadi gigolo bener lucu abiess. So the story goes ketika mereka sama2 memasuki kehidupan baru sebagai gigolo, menikmati hidup dari hasil kerja mereka sebagai gigolo sampai waktu mereka masuk level advance dalam hal kegigoloan. Ya disini, menurut gue banyak adegan yang emang ga sreg buat anak2 dibawah umur, tapi kalo sebagai kesatuan cerita emang harus diliatin. Kompleksitas cerita ini mulai terbangun ketika Jojo masuk ke level advance dimana dia jadi gigolo eksklusif untuk tante Mona (Ira Maya Sopha). Benang merah cerita mulai kusut ketika jojo bertemu dan jatuh cinta sama seorang gadis cantik bernama Lila (Sandra Dewi), yang ternyata adalah anak si Tante Mona, dan bertambah kusut dengan masuknya figur ayah Lila, Jan Pieter (Rudy Wowor) alias suami sang tante yang dikenal sebagai pengusaha kaya sekaligus raja preman yang ternyata adalah seorang gay yang ikutan anak istrinya fall in love sama Jojo. Ok, gue ga akan cerita ampe abis, ga seru kan, tapi gue cuma pengen berbagi beberapa poin yang gue anggap penting dalam film ini. - gue jadi berfikir tentang esensi keluarga dimasa sekarang ini. Well, harus diakui, suka atau tidak,pernikahan buat sebagian masyarakat khususnya di Jakarta udah dianggap ga terlalu penting. Jujur gue sendiri kadang berfikir (karena gue masuk salah satu tipikal cewe Jakarta yang nota bene pekerja, mandiri dan lajang berusia 20 something hehehe) kenapa ya gue selalu dikejar2 untuk buru2 merit. Sedangkan di usia 20an gue lagi produktif2nya jadi manusia dan kita kayanya tau kan seberapa tingginya tingkat perceraian sekarang ini (liat aja infotainment). tetapi emang sih gue juga mikir, sebagai cewe yang masih normal gue sendiri juga dalam masa produktif secara seksual. Gue sadar kok kalo kadang2 gue juga bingung nyalurin libido gue (ya akhirnya terpaksa puasa hehhehe) coz gue ga suka masturbate, ga suka nonton bokep (model2 hardcore versi glodok itu), dan gue juga berusaha untuk tetep jaga virginitas gue sebelum sah jadi istri orang.Kadang2 gue juga ga tahan, apalagi kalo udah sayang sama cowo gue (secara kalo cewe lebih mudah melakukan hal bodoh atas nama cinta) pengen banget nunjukin rasa sayang gue kaya nge-kiss, hugging, seducing de el el, tapi ga tau kenapa pride gue kayanya terlalu tinggi (atau malah karena gue terlalu pemalu kali ya? :P) buat bisa nunjukin hal itu. ya, paling beraninya lewat sms. heheh.Gue juga merasa gue butuh membentuk keluarga 2 make me feel whole as a person. ga mungkin kan gue kerja mati-matian tapi gue ga punya siapa2 buat menikmati hasil kerja keras gue bareng2 (except nyak-babe gue, adek2 gue ya kalo itu sih udah kewajiban jadi anak).Gue juga kepengen waktu gue pulang kerumah dlm keadaan underpressure sama kerjaan ada bocah lucu dan suami yang gue cintai yang bikin gue selalu pingin cepet2 pulang (coz gue lebih sering pulang lewat jam 9 malem bahkan jarang pulang).Banyak sih kalo dijabarin kenapa buat gue keluarga dan pernikahan itu hal yang penting. Tapi di poin ini, gue mo mengingat2 bahwa sekarang ini terjadi degradasi terhadap nilai2 mengenai pernikahan dan keluarga. Gue bersyukur, walopun keluarga gue mungkin jauh dari yang namanya ideal tapi gue merasa cukup dengan segala ketidak sempurnaannya, dan cara parents gue berusaha mempertahankan keluarga ini membuat gue menjadikannya dasar dan motivasi untuk bisa membentuk keluarga gue sendiri. Emang si Mr. Right belum dateng (or maybe never come) tapi gue akan beri satu kesempatan buat seseorang untuk menjadi Mr. Right dan memberi diri gue sendiri satu kesempatan untuk jadi Ms. Right buat dia.
- poin kedua film ini mengingatkan gue, bahwa kadang dengan kadar produktifitas seksual gue yang lumayan tinggi, gue mesti lebih berhati2 sama diri gue sendiri. dunno when n where gue bisa aja lost my virginity tanpa gue sadari. tanpa kadar iman yang lebih tinggi,rasanya bakalan susah deh ngejaganya. Sekarang akses seks itu mudah banget, salah satunya jasa gigolo. Dan gue udah bisa bayangin if i becoming tante Mona (honestly i dislike it). Ini emang mesti gue jadiin kewaspadaan diri. Dengan mobilitas kerja gue yang tinggi, bukan ga mungkin gue terlibat cinlok kantor (iya kalo masih single cowonya, nah kalo udah double decker kan gawat!), trus bukan ga mungkin gue tempted saat DL ke daerah (alhamdulillah sih selama ini ga pernah ada kejadian kaya gitu dan JANGAN SAMPAI!). And last,
- Kayanya, dari film ini gue perlu lebih banyak lagi bersosialisasi supaya gue bisa lebih open-minded soal free sex, bukan buat gue praktekin sebelum nikah tapi mencoba memahami perspektif kaum Adam, yang katanya telat dewasa itu secara buat cowo itu udah jadi hal yang biasa banget, tapi kenapa juga mereka masih maksa pengen dapet istri yang masih virgin?
| |