uchie's posts with tag: curhat

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag curhat
Blog EntryHe's Just not 'THAT' into YouJun 24, '08 10:25 AM
for everyone
 Hiks akhirnya kisah cinta gue berakhir lagi. But suddenly gue dapet pencerahan. Baca buku karangannya penulis dan konsultan "Sex n d' City" (Greg Behrendt dan Liz Tuccillo) sedikit banyak bikin gue memahami Y things never go as I want if it comes to the word relationship. Oke, gue emang ga menangis waktu hubungan ini harus diakhiri. karena gue juga ngerasa ga bener2 "into" him. Bahkan gue sendiri yang langsung nodong ke dia kalo "he has seeing someone else", n yup, he finally admitted it. Marah? YA tapi tidak membuat gue ingin menangis.

Gue marah karena dia sama seperti banyak laki2 "who had been with me
" ga bisa MELIHAT kalo I'M NOT A STEREOTYPE GIRL gue emang bukan wonder woman kaya si M-J, tapi gue heran.. kenapa sih semua makhluk Tolol Kuadrat itu ga bisa ngeliat gue sebagai GUE dan tidak membandingkan garis miring menyama ratakan gue dengan makhluk lain bernama HAWA. Gue ya gue... dengan kualitas dan kekurangan gue sendiri.

TAU GA ALASAN DIA GA MAU NGAKU @THE 1ST PLACE. He says, "Chie, I don't wanna lose you
." Gampang ya???? Hey, dari pertama dia kenal gue, he should know that he might lose me or not. Gue ga pernah sakit hati ditolak, gue ga pernah sakit hati ditinggal a.k.a. diputusin, gue ga pernah sakit hati digantungin, begitupun sebaliknya gue harapkan sama cowo2 yang pernah, mungkin juga akan, gue tolak, putusin atau digantungin. Kenapa??? karena gue selalu taruh garis batas dalam hati gue, gue harus siap ketika gue putusin buat jatuh cinta maka suatu saat ujung tali jodoh juga bertemu (whether good or bad, it's destiny).

Tapi problem gue... gue selalu berharap hubungan yang gue ciptakan itu berdasarkan dari sikap jujur dan terbuka. Which I never could find in man
. Dan kebohongan-kebohongan itulah yang gue temukan sebagai arti "He's Just Not That Into You".

We all dated the same MAN

  • He didn't call u, when he promised to
  • He didn't ask u on an official date
  • He didn't want 2 or avoid 2 have S-E-X with u (oke kalo ini mungkin ga dilakuin oleh muslimah hehhehe peace maklum bukunya kan buku barat)
  • He had S-E-X with someone else while in relationship with u (wow kalo ini ekstrim)
  • He comes 2 u and be nice 2 u only when he's drunk (lebih ekstrim)
  • He didn't or avoid the MARRIAGE THING while in relationship with u
  • He broke up with u (shit happens)
  • He suddenly a magician a.k.a disappear
  • He's married to someone else (and expect u to wait 4 his widower? yeah.. get real man)
  • He's a jerk, selfish jerk, obsessive jerk, annoying or just a total freak
The above mention itu kriteria cowo2 who REALLY... I MEAN REALLY NEVER INTO U. For that kind of man, u're just a barbie to play with. So girls... never shed ur precious tear when u broke up. U better cry for losinng ur parents, bestfriend or a pet, but never for a MAN (exceptional for men who really treat u like a lady).

PS: Buat cowo/cewe sebelum protes sama tulisan gue.. sekali lagi tulisan ini dibuat sebelum gue kenal cinta sejati...jadi kalo kapan-kapan gue kenalan sama cinta sejati... ya mungkin aja gue berubah
.


       

Blog EntryHe's Just not "THAT" into YouJun 24, '08 10:25 AM
for everyone
 Hiks akhirnya kisah cinta gue berakhir lagi. But suddenly gue dapet pencerahan. Baca buku karangannya penulis dan konsultan "Sex n d' City" (Greg Behrendt dan Liz Tuccillo) sedikit banyak bikin gue memahami Y things never go as I want if it comes to the word relationship. Oke, gue emang ga menangis waktu hubungan ini harus diakhiri. karena gue juga ngerasa ga bener2 "into" him. Bahkan gue sendiri yang langsung nodong ke dia kalo "he has seeing someone else", n yup, he finally admitted it. Marah? YA tapi tidak membuat gue ingin menangis.

Gue marah karena dia sama seperti banyak laki2 "who had been with me
" ga bisa MELIHAT kalo I'M NOT A STEREOTYPE GIRL gue emang bukan wonder woman kaya si M-J, tapi gue heran.. kenapa sih semua makhluk Tolol Kuadrat itu ga bisa ngeliat gue sebagai GUE dan tidak membandingkan garis miring menyama ratakan gue dengan makhluk lain bernama HAWA. Gue ya gue... dengan kualitas dan kekurangan gue sendiri.

TAU GA ALASAN DIA GA MAU NGAKU @THE 1ST PLACE. He says, "Chie, I don't wanna lose you
." Gampang ya???? Hey, dari pertama dia kenal gue, he should know that he might lose me or not. Gue ga pernah sakit hati ditolak, gue ga pernah sakit hati ditinggal a.k.a. diputusin, gue ga pernah sakit hati digantungin, begitupun sebaliknya gue harapkan sama cowo2 yang pernah gue tolak, putusin atau digantungin. Kenapa??? karena gue selalu taruh garis batas dalam hati gue, gue harus siap ketika gue putusin buat jatuh cinta maka suatu saat ujung tali jodoh juga bertemu (whether good or bad, it's destiny).

Tapi problem gue... gue selalu berharap hubungan yang gue ciptakan itu berdasarkan dari sikap jujur dan terbuka. Which I never could find in man
. Dan kebohongan-kebohongan itulah yang gue temukan sebagai arti "He's Just Not That Into You".

We all dated the same MAN
  • He didn't call u, when he promised to
  • He didn't ask u on an official date
  • He didn't want 2 or avoid 2 have S-E-X with u (oke kalo ini mungkin ga dilakuin oleh muslimah hehhehe peace maklum bukunya kan buku barat)
  • He had S-E-X with someone else while in relationship with u (wow kalo ini ekstrim)
  • He comes 2 u and be nice 2 u only when he's drunk (lebih ekstrim)
  • He didn't or avoid the MARRIAGE THING while in relationship with u

       

Blog EntryKangen!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (TATTOO) STORY)May 14, '08 9:46 AM
for everyone
Kangen banget buat ketik2. Setelah terkapar seminggu yang lalu gara2 flu dan karena sudah 3 hari ini jaringan internet di kantor mati... akhirna gue bawa Moko ke rumah buat update antivirus biar si Moko sehat. kaget liat  di mailbox sampe ratusan, trus inget kalo gue belum sempet update .. yah mungkin akhir minggu ini akan gue sempetin waktu buat upload pics terbaru hehehe....
Kabar terbaru apa ya??? hmmmm gue lagi bete soalnya udah 3 hari ini setiap orang yang ketemu gue selalu tanya... "Eh, Ci... lo kok bikin tato ditangan???"
Jujur gue feed-up
ngejelasinnya... akhirnya hari ini gue jutekin semua orang yang masih sempet2nya nanya...
Lagian... gue yang pake MEHENDI kok lo yang rese, pake duit lo juga ga.. ganggu lo juga ga.. waks... pokoke MENGU
TIP WINDY (dengan perubahan seperlunya)..."GUE YANG PAKE TATO, KOK LO YANG RESE???" makanya gue bete bener.. lagian gue udah googling kok soal pemakaian tato.. ga ada tuh UU atau peraturan bahwa seorang PNS ga boleh pake tato (though yang gue pake sih itu inai alias pacar alias mehendi (ga tau lagi.. parahhhh!!!!), gila aja kalo bikin TATO beneran hehehe)heran kayanya orang2 tuh aneh banget.. antipati banget.. sampe dibilang lah ... Ci lo dah berubah jadi Preman??.. yeeee... gue mah udah preman dari dulu2 kaleeeelo aja OON hehehheh.

Ahhhh lega udah bisa ngomel2.. paling ga gue ga ada beban lagi. BISA TID
URRRR.....

Oya... kalo mo liat nih hiasan MEHENDI ditangan gue hehehe (BOTH HANDS)


Blog EntryDear Ibu KartiniApr 20, '08 10:21 PM
for everyone
Dear Ibu Kartini,
Hari ini, 120 tahun yang lalu, engkau dilahirkan. Diasuh dengan penuh kasih sayang, membuatmu tumbuh menjadi sosok wanita yang anggun nan ayu. Tak hanya itu, diantara sejuta wanita yang lahir dijamanmu, engkaulah salah satu wanita yang mampu mengecap pendidikan sekaligus terkukung oleh tradisi. Nurani yang timbul, membuatmu bangkit walau hanya berupa pemikiran melalui tetesan tinta pada lembaran-lembaran suratmu.
Ibu...
120 tahun ini, para perempuan bangsa kita telah berubah. Sedikit demi sedikit, kami mampu menunjukkan eksistensi perempuan dalam semua bidang. Namun, tak sedikit pula perempuan yang masih terkukung dalam tradisi, terpenjara dalam kepicikan dan kebodohan pemikiran dan ego para kaum ADAM.
Kami hadir bukan untuk menyaingi, kami hadir untuk menunjukkan kami ada, sehingga diatas nisan kami  nanti terpatri bahwa kami pernah ada bahwa kami pernah memberikan sesuatu untuk kami, untuk mereka dan untuk masa depan anak cucu kami dengan cinta dan kasih sayang. Dengan kenangan mereka akan mengingat kami bukan hanya sebagai makhluk yang diciptakan menjadi pasangan ADAM dan berfungsi untuk melanjutkan sejarah anak cucu manusia, tetapi kami juga adalah guru yang membentuk karakter, akhlak dan mengajarkan mereka cinta dan kasih sayang sejati dengan pendidikan yang kami berikan dan pemikiran yang berkembang dalam jiwa dan raga kami.
Ibu, doakan kami, agar dapat membebaskan saudara-saudara kami dari penjara tradisi kaum ADAM, dan dari kepicikan pemikiran kami sendiri. Kami harus maju ya kan bu?
Ibu.... kami akan terus membakar semangat kami untuk maju.

Selamat Milad Ibu... Selamat Milad para perempuan Indonesia....

Reposting from Milist Historia

Jakarta: In Need of Improvements

 

Andre Vltchek
Worldpress.org con tr ibuting editor
July 26, 2007

Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles belch fumes on congested tr affic arteries and super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta , the fourth largest city in the world. In between towering super-s tr uctures, humble kampongs house the majority of the city dwellers, who often have no access to basic sanitation, running water or waste management.
Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat kebudayaan Jakarta , yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 di dunia. Terjepit diantara gedung tinggi, terhampar perkampungan dimana bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah.

While almost all major capitals in the Southeast Asian region are investing heavily in public tr ansportation, parks, playgrounds, sidewalks and cultural institutions like museums, concert halls and convention centers, Jakarta remains brutally and determinately 'pro-market' profit-driven and openly indifferent to the plight of a majority of its citizens who are poor.
Disaat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk tr ansportasi publik, taman kota, taman bermain, tr otoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN.

Most Jakartans have never left Indonesia , so they cannot compare their capital with Kuala Lumpur or Singapore ; with Hanoi or Bangkok . Comparative statistics and reports hardly make it into the local media. Despite the fact that the Indonesian capital is for many foreign visitors a 'hell on earth,' the local media describes Jakarta as "modern," "cosmopolitan, " and "a sprawling me tr opolis."
Kebanyakan penduduk Jakarta belum pernah pergi ke luar negeri, sehingga mereka tidak dapat membandingkan kota Jakarta dengan Kuala Lumpur atau Singapura, Hanoi atau Bangkok . Liputan dan statistik pembanding juga jarang ditampilkan oleh media massa setempat. Meskipun bagi para wisatawan asing Jakarta merupakan NERAKA DUNIA, media massa setempat menggambarkan Jakarta sebagai kota "modern", "kosmopolitan" , dan "me tr opolis" .

Newcomers are often puzzled by Jakarta 's lack of public amenities. Bangkok , not exactly known as a user-friendly city, still has several beautiful parks. Even cash-s tr apped Port Moresby , capital of Papua New Guinea , boasts wide promenades, playgrounds, long s tr etches of beach and sea walks. Singapore and Kuala Lumpur compete with each other in building wide sidewalks, green areas as well as cultural establishments. Manila , another city without a glowing reputation for its public amenities, has succeeded in cons tr ucting an impressive sea promenade dotted with countless cafes and entertainment venues while preserving its World Heritage Site at In tr amuros. Hanoi repaved its wide sidewalks and turned a park around Huan-Kiem Lake into an open-air sculpture museum.
Para pendatang/wisatawan seringkali terheran-heran dengan kondisi Jakarta yang tidak memiliki taman rekreasi publik. Bangkok, yang sebenarnya merupakan kota yang tidak terlalu ramah publik, masih memiliki beberapa taman yang menawan. Bahkan, Port Moresby, ibukota Papua Nugini, yang miskin, terkenal akan taman bermain yang besar, pantai dan jalan setapak di pinggir laut yang indah.

But in Jakarta , there is a fee for everything. Many green spaces have been converted to golf courses for the exclusive use of the rich. The approximately one square kilometer of Monas seems to be the only real public area in a city of more than 10 million. Despite being a maritime city, Jakarta has been separated from the sea, with the only focal point being Ancol, with a tiny, mostly decrepit walkway along the dirty beach dotted with private businesses.
Di Jakarta kita perlu biaya untuk segala sesuatu. Banyak lahan hijau diubah menjadi lapangan golf demi kepentingan orang kaya. Kawasan Monas seluas kurang lebih 1 km persegi bisa jadi merupakan satu-satunya kawasan publik di kota berpenduduk lebih dari 10 juta ini. Meskipun menyandang predikat kota maritim, Jakarta telah terpisah dari laut dengan Ancol menjadi satu-satunya lokasi rekreasi yang sebenarnya hanya berupa pantai kotor.

Even to take a walk in Ancol, a family of four has to spend approximately $4.50 (40,000 Indonesian Rupiahs) in en tr ance fees, something unthinkable anywhere else in the world. The few tiny public parks which survived privatization are in desperate condition and mostly unsafe to use.
Bahkan kalau mau jalan-jalan ke Ancol, satu keluarga dengan 4 orang anggota keluarga harus mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk tiket masuk, satu hal yang tak masuk akal di belahan lain dunia. Beberapa taman publik kecil kondisinya menyedihkan dan tidak aman.

There are no sidewalks in the entire city, if one applies international standards to the word "sidewalk." Almost anywhere in the world (with the s tr iking exception of some cities in the United States , like Houston and Los Angeles ) the cities themselves belong to pedes tr ians. Cars are increasingly discouraged from tr aveling in the city centers. Wide sidewalks are understood to be the most ecological, healthy and efficient forms of short-distance public tr ansportation in areas with high concen tr ations of people.
Sama sekali tidak ditemui tempat pejalan kaki di seluruh penjuru kota (tempat pejalan kaki yang dimaksud adalah sesuai dengan standar "internasional" ). Nyaris seluruh kota-kota di dunia (kecuali beberapa kota di AS, seperti Houston dan LA) ramah terhadap pejalan kaki. Mobil seringkali tidak diperkenankan berkeliaran di pusat kota . Trotoar yang lebar merupakan sarana tr ansportasi publik jarak pendek yang paling efisien, sehat, dan ramah lingkungan di daerah yang padat penduduk.

In Jakarta , there are hardly any benches for people to sit and relax, and no free drinking water fountains or public toilets. It is these small, but important, 'details' that are symbols of urban life anywhere else in the world.
Di Jakarta, nyaris tidak dijumpai bangku untuk duduk dan rileks, tidak ada keran air minum gratis atau toilet umum. Ini memang remeh, tapi sangat penting, merupakan suatu detil yang menjadi simbol kehidupan perkotaan di bagian lain dunia.

Most world cities, including those in the region, want to be visited and remembered for their culture. Singapore is managing to change its 'shop-till-you- drop' image to that of the center of Southeast Asian arts. The monumental Esplanade Thea tr e has reshaped the skyline, offering first-rate international concerts in classical music, opera, ballet, and also featuring performances from some of the leading contemporary artists from the region. Many performances are subsidized and are either free or cheap, relative to the high incomes in the city-state.
Sebagian besar kota-kota dunia, ingin dikunjungi dan dikenang akan kebudayaannya. Singapura sedang berupaya mengubah ci tr a kota belanjanya menjadi jantung kesenian Asia Tenggara. Esplanade Thea tr e yang monumental telah mengubah wajah kota Singapura, dimana ia menawarkan konser musik klasik, balet, dan opera internasional kelas satu, disamping pertunjukan artis kontemporer kawasan. Banyak pertunjukan yang disubsidi dan seringkali gratis atau murah, bila dibandingkan dengan pendapatan warga kota yang relatif tinggi.  

Kuala Lumpur spent $100 million on its philharmonic concert hall, which is located right under the Pe tr onas Towers , among the tallest buildings in the world. This impressive and prestigious concert hall hosts local orches tr a companies as well top international

performers. The city is currently spending further millions to refurbish its museums and galleries, from the National Museum to the National Art Gallery .
Kuala Lumpur menghabiskan $100 juta untuk membangun balai konser philharmonic yang terletak persis dibawah Pe tr onas Tower , salah satu gedung tertinggi di dunia. Balai konser prestisius dan impresif ini mempertunjukkan grup orkes tr a lokal dan internasional. Kuala Lumpur juga sedang menginvestasikan beberapa juta dolar untuk memugar museum dan galeri, dari Museum Nasional hingga Galeri Seni Nasional.

Hanoi is proud of its culture and arts, which are promoted as its major at tr action millions of visitors flock into the city to visit countless galleries stocked with canvases, which can be easily described as some of the best in Southeast Asia . Its beautifully restored Opera House regularly offers Western and Asian music tr eats.
Hanoi bangga akan budaya dan seninya, yang dipromosikan guna menarik jutaan turis untuk mengunjungi galeri-galeri lukisan yang tak terhitung jumlahnya, dimana lukisan tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Hanoi juga memugar Gedung Opera yang secara reguler mempertunjukkan pagelaran musik Asia dan Barat.

Bangkok 's colossal temples and palaces coexist with ex tr emely cosmopolitan fare international theater and film festivals, countless performances, jazz clubs with local and foreign artists on the bill, as well as authentic culinary delights from all corners of the world. When it comes to music, live performances and nightlife, there is no city in Southeast Asia as vibrant as Manila .
Candi-candi dan istana kolosal di Bangkok eksis berdampingan dengan teater dan festival film internasional, klub jazz yang tak terhitung jumlahnya, dan juga pilihan kuliner otentik dari segala penjuru dunia. Kalau bicara musik dan kehidupan malam, tak ada kota di Asia Tenggara yang semeriah Manila .

Now back to Jakarta . Those who have ever visited the city's 'public libraries' or National Archives building will know the difference. No wonder; in Indonesia education, culture and arts are not considered to be 'profitable' (with the exception of pop music), and are therefore made absolutely irrelevant. The coun tr y spends the third lowest amount in the world on education (according to The Economist, only1.2 percent of its GDP) after Equatorial Guinea and Ecuador (there the situation is now rapidly improving with the new progressive government).
Nah, sekarang balik ke Jakarta . Siapapun yang bernah berkunjung ke "perpustakaan umum" atau gedung Arsip Nasional pasti tahu bedanya. Tak heran, dalam pendidikan Indonesia, budaya dan seni tidak dianggap "menguntungkan" (kecuali musik pop), sehingga menjadi tidak relevan. Indonesia merupakan negara dengan ANGGARAN PENDIDIKAN TERENDAH nomor 3 di dunia - Masya Alloh!  (pent.) -  (menurut The Economist, hanya 1,2% dari PDB) setelah Guyana Khatulistiwa dan Ekuador (di kedua negara tersebut keadaan sekarang berkembang cepat berkat pemerintahan baru yang progresif)

Museums in Jakarta are in appalling condition, offering absolutely no important international exhibitions. They look like they fell on the city from a different era and no wonder the Dutch built almost all of them. Not only are their collections poorly kept, but they lack elements of modernity there are no elegant cafes, museum shops, bookstores or even public archives. It appears that the individuals running them are without vision and creativity. However, even if they did have inspired ideas, there would be no funding to carry them out.
Museum di Jakarta berada dalam kondisi memprihatinkan, sama sekali tidak menawarkan eksibisi internasional. Museum tersebut terlihat seperti berasal dari zaman baheula dan tak heran kalau Belanda yang membangun kesemuanya. Tidak hanya koleksinya yang tak terawat, tapi juga ketiadaan unsur-unsur modern seperti kafe, toko cinderamata, toko buku atau perpustakaan publik. Kelihatannya manajemen museum tidak punya visi atau kreativitas. Bahkan, meskipun mereka punya visi atau kreativitas, pasti akan terkendala dengan ketiadaan dana.

It seems that Jakarta has no city planners, only private developers that have no respect for the majority of its inhabitants who are poor (the great majority, no matter what the understated and manipulated government statistics say). The city abandoned itself to the private sector, which now con tr ols almost everything, from residential housing to what were once public areas.
Sepertinya Jakarta tidak punya perencana kota, hanya ada pengembang swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data statistik yang seringkali DIMANIPULIR pemerintah). Kota Jakarta praktis menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik.
                                   

While Singapore decades ago, and Kuala Lumpur recently, managed to fully eradicate poor, unsanitary and depressing kampongs from their urban areas, Jakarta is unable or unwilling to offer its citizens subsidized, affordable housing equipped with running water, elec tr icity, a sewage system, wastewater tr eatment facilities, playgrounds, parks, sidewalks and a mass public tr ansportation system.
Sedangkan beberapa dekade yang lalu di Singapura, dan baru-baru ini di Kualalumpur, mereka berhasil menghilangkan total perkampungan kumuh dari wilayah kota, namun Jakarta tidak mampu atau tidak mau memberikan warganya perumahan bersubsidi dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan air ledeng, lis tr ik, sistem pembuangan limbah, taman bermain, tr otoar dan sistem tr ansportasi massal.

Rich Singapore aside, Kuala Lumpur with only 2 million inhabitants boasts one me tr o line (Pu tr a Line), one monorail, several efficient Star LRT lines, suburban tr ain links and high-speed rail system connecting the city with its new capital Pu tr ajaya. The "Rapid" system counts on hundreds of modern, clean and air-conditioned buses. Transit is subsidized; a bus ticket on "Rapid" costs only $.60 (2 Malaysian Ringgits) for unlimited day use on the same line. Heavily discounted daily and monthly passes are also available.
Selain Singapura, Kualalumpur dengan berpenduduk hanya 2 juta jiwa memiliki satu jalur Me tr o (Pu tr a Line), satu monorail, beberapa jalur LRT Star yang efisien, dan jaringan keretaapi kecepatan tinggi yang menghubungkan kota dengan ibu kota baru Pu tr ajaya. Sistem "RApid" memiliki ratusan bus modern, bersih, dan ber-AC. Tarifnya disubsidi, tiket bus Rapid hanya sekitar 2 Ringgit (kuranglebih Rp 4600) untuk penggunaan tak terbatas sepanjang hari di jalur yang sama. Tiket abonemen bulanan dan harian yang sangat murah juga tersedia.

Bangkok con tr acted German firm Siemens to build two long "Sky Train" lines and one me tr o line. It is also utilizing its river and channels as both public tr ansportation and as a tourist at tr action. Despite this enormous progress, the Bangkok city adminis tr ation claims that it is building an additional 50 miles (80 kilometers) of tr acks for these systems in order to convince citizens to leave their cars at home and use public tr ansportation. Polluting pre-historic buses are being banned from Hanoi , Singapore , Kuala Lumpur and gradually from Bangkok . Jakarta , thanks to corruption and phlegmatic officials, is in its own league even in this field.
Bangkok menunjuk kon tr aktor Siemens dari Jerman untuk membangun 2 jalur panjang "Sky Train" dan satu jalur me tr o. Bangkok juga memanfaatkan sungai dan kanal sebagai tr ansportasi publik dan objek wisata. Pemerintahan kota Bangkok juga mengklaim bahwa mereka sedang membangun jalur tambahan sepanjang 80 km untuk sistem tersebut guna meyakinkan penduduk untuk meninggalkan mobil mereka di rumah dan memanfaatkan tr ansportasi umum. Bus-bus kuno yang berpolusi sudah sepenuhnya dilarang beroperasi di Hanoi , Singapura,  Kualalumpur, dan Bangkok . Jakarta ? Berkat korupsi dan pejabat pemerintahan yang tak kompeten, Jakarta tenggelam dalam kondisi yang berkebalikan dengan kota-kota tersebut.

Mercer Human Resource Consulting, in its reports covering quality of life, places Jakarta repeatedly on the level of poor African and South Asian cities, below me tr opolises like Nairobi and Medellin .
Mercer Human Resource Consulting, dalam laporannya tentang kualitas hidup, menempatkan Jakarta di posisi setara dengan kota-kota miskin di Afrika dan Asia Selatan, bahkan dibawah kota Nairobi dan Medellin .
Considering that it is in the league with some of the poorest capitals of the world, Jakarta is not cheap. According to the Mercer Human Resource Consulting 2006 Survey, Jakarta ranked as the 48th most expensive city in the world for expa tr iate employees, well above Berlin (72nd), Melbourne (74th) and Washington D.C. (83rd). And if it is expensive for expa tr iates, how is it for local people with a GDP per capita below $1,000?
Walaupun Jakarta menjadi salah satu ibukota terburuk di dunia, hidup disana tidaklah murah.Menurut Survey Mercer Human Resource Consulting tahun 2006, Jakarta menduduki peringkat 48 kota  termahal di dunia untuk ekspa tr iat, jauh diatas Berlin (peringkat 72), Melbourne (74) dan Washington DC (83).  Nah, kalau untuk ekspa tr iat saja mahal, apalagi buat penduduk lokal yang pendapatan perkapita DIBAWAH  $1000??

Curiously, Jakartans are silent. They have become inured to appalling air quality just as they have gotten used to the sight of children begging, even selling themselves at the major intersections; to entire communities living under elevated highways and in slums on the shores of canals turned into toxic waste dumps; to the hours-long commutes; to floods and rats.
Anehnya, orang Jakarta diam seribu bahasa. Mereka pasrah akan kualitas udara yang jelek, terbiasa dengan pemandangan pengemis di perempatan jalan, dengan kampung kumuh di bawah jalan layang dan di pinggir sungai yang kotor dan penuh limbah beracun, dengan kemacetan berjam-jam, dengan banjir dan tikus.

But if there is to be any hope, the tr uth has to eventually be told, and the sooner the better. Only a realistic and brutal diagnosis can lead to tr eatment and a cure. As painful as the tr uth can be, it is always better than self-deceptions and lies. Jakarta has fallen decades behind capitals in the neighboring coun tr ies in esthetics, housing, urban planning, standard of living, quality of life, health, education, culture, tr ansportation, food quality and hygiene. It has to swallow its pride and learn from Kuala Lumpur , Singapore , Brisbane and even in some instances from its poorer neighbors like Port Moresby , Manila and Hanoi .
Kalau saja ada sedikit harapan, kebenaran pasti akan terucap, dan semakin cepat semakin baik. Hanya diagnosis kejam dan realistis yang bisa mengarah pada obat. Betapapun pahitnya kebenaran, tetap saja lebih baik ketimbang dusta dan penipuan. Jakarta telah tertinggal jauh dibelakang ibukota lain negara tetangga dalam hal estetika, pemukiman, kebudayaan, tr ansportasi, dan kualitas dan higiene makanan. Sekarang Jakarta telah kehilangan kebanggaan dan mesti belajar dari Kualalumpur, Singapura, Brisbane, dan bahkan dalam beberapa hal dari tetangganya yang lebih miskin seperti Port Moresby, Manila, dan Hanoi.

Comparative statistics have to be tr ansparent and widely available. Citizens have to learn how to ask questions again, and how to demand answers and accountability. Only if they understand to what depths their city has sunk can there be any hope of change. "We have to watch out," said a concerned Malaysian filmmaker during New Year's Eve celebrations in Kuala Lumpur . " Malaysia suddenly has too many problems. If we are not careful, Kuala Lumpur could end up in 20 or 30 years like Jakarta !"
Data statistik harus tr ansparan dan tersedia luas. Warga harus belajar bertanya dan bagaimana untuk memperoleh jawaban dan akuntabilitas. Hanya kalau mereka memahami seberapa dalamnya kota mereka telah terperosok, maka barulah ada harapan. "Kita harus berhati-hati" kata produser film Malaysia dalam perayaan tahun baru di Kualalumpur. " Malaysia punya banyak masalah. Kalau kita tidak hati-hati, dalam 20-30 tahun Kualalumpur akan bernasib sama seperti Jakarta !"

Could this statement be reversed? Can Jakarta find the s tr ength and solidarity to mobilize in time catch up with Kuala Lumpur ? Can decency overcome greed? Can corruption be eradicated and replaced by creativity? Can private villas shrink in size and green spaces, public housing, playgrounds, libraries, schools and hospitals expand?
Dapatkah pernyataan ini dibalik? Mampukah Jakarta menemukan kekuatan dan solidaritas untuk mobilisasi sehingga dapat menyaingi Kualalumpur? Mampukah kecukupan mengatasi keserakahan? Dapatkah korupsi diberantas dan diganti dengan kreatifitas? Akankah ukuran vila pribadi mengecil, dan kawasan hijau, perumahan publik, taman bermain, perpustakaan, sekolah dan rumah sakit berkembang pesat?

An outsider like me can observe, tell the story and ask questions. Only the people of Jakarta can offer the answers and solutions.
Orang luar seperti saya hanya dapat mengamati, bercerita, dan bertanya. Dan hanya masyarakat Jakarta yang punya jawaban dan solusinya... .......

 



Blog EntryI believe this wayMar 31, '08 2:48 AM
for everyone
postingan tetangga.....

DID I MARRY THE RIGHT PERSON?


During one of our seminars, a woman asked a common question. She said, 'How do I know if I married the right person?'  
I noticed that there was a large man sitting next to her so I said, 'It depends. Is that your husband?'
In all seriousness, she answered 'How do you know?'

Let me answer this question because the chances are good that it's weighing on your mind.

Here's the answer.
EVERY relationship has a cycle. In the beginning, you fell in love with your spouse/partner. You anticipated their call, wanted their touch, and liked their  
idiosyncrasies (unconventional behavior/habit).

Falling in love with your spouse wasn't hard. In fact, it was a completely natural and spontaneous experience. You didn't have to  
DO anything. That's why it's called 'falling' in love... Because it's happening TO YOU.

People in love sometimes say, 'I was swept off my feet.' Think about the imagery of that expression.
It implies that you were just standing there; doing nothing, and then something came along and happened
TO YOU.

Falling in love is easy. It's a passive and spontaneous experience. But after a few years of marriage, the euphoria (excitement) of love fades. It's the natural cycle of EVERY relationship. Slowly but surely, phone calls become a bother (if they come at all), touch is not always welcome (when it happens), and your spouse's  
idiosyncrasies, instead of being cute, drive you nuts.

The symptoms of this stage vary with every relationship, but if you think about your marriage, you will
notice a dramatic difference between the initial stage when you were in love and a much duller or even angry subsequent stage.  

At this point, you and/or your spouse might start asking, 'Did I marry the right person?' And as you and your spouse reflect on the  
euphoria of the love you once had, you may begin to desire that experience with someone else. This is when marriages breakdown. People blame their spouse for their unhappiness and look outside their marriage for fulfillment.

Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes. Infidelity is the most obvious. But sometimes people turn to work,  
a hobby, a friendship, excessive TV, or abusive substances.

But the answer to this dilemma does NOT lie outside your marriage. It lies within it. I'm not saying that you couldn't fall in love with someone else.  
You could.

And TEMPORARILY you'd feel better. But you'd be in the same situation a few years later. Because (listen carefully to this):

THE KEY TO SUCCEEDING IN MARRIAGE IS NOT FINDING THE RIGHT PERSON; IT'S LEARNING TO LOVE THE PERSON YOU FOUND.  

SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. It'll NEVER just happen to you. You can't 'find' LASTING love. You have to 'make' it day in and day out. That's why we have the expression 'the labor of love.'
Because it takes time, effort, and energy. And most importantly, it takes WISDOM. You have to know WHAT TO DO to make your marriage work.

Make no mistake about it. Love is NOT a mystery. There are specific things you can do (with or without your spouse) to succeed with your marriage.

Just as there are physical laws of the universe (such as gravity), there are also laws for relationships.
Just as the right diet and exercise program makes you physically stronger, certain habits in your relationship
WILL make your marriage stronger. It's a direct cause and effect. If you know and apply the laws, the results are predictable... you can 'make'  
love.

Love in marriage is indeed a 'decision'... Not just a feeling.

Remember this always:


'God determines who walks into your life. It is up to you to decide who you let walk away, who you let stay, and who you refuse to let go.' 

Blog EntryLupa+Over-work-load=Tua+Mesti Buru2 Kawin?Mar 12, '08 6:10 AM
for everyone
Hi!!!!!!.... akhirnya.. setelah hampir 10 hrx24 jamx60menit berkutat dengan dokumen dan persiapan diklat yang mempertaruhkan reputasi gue sebagai koordinator... akhirnya gue bisa juga menyempatkan diri untuk nulis di Blog. Gila ya... saking sibuknya gue sampe lupa kalo bulan ini tuh ultah gue--MY BIG DAY. Dan ngomongin soal ultah, kayanya ini ultah gue yang paling ga dirayain sama sekali walopun gue masih nyempetin diri dinner bareng sama my whole family (Mak+Babe+Adek2 (alias setan2 cilik yang sekarang udah ga imut lagi.. heehehhe kapan juga setan imut ya?  )+My Nenek and Mbah2 gue) dan juga berarti ditodong traktiran sama sepupu gue. Tapi cukuplah, mengobati rasa sepi gue. Abis sibuk ma kerjaan bikin gue ga sempet nelp ke papua, mana kadang2 sinyal eror lagi, ya uds jadinya gue nelp kadang inget aja.
But, ada yang bikin gue sedikit haru. My ex-fiance, masih inget my B-day n sending me card. Well, simple tapi bikin gue terharu aja. Justru ketika gue lupa sama his B-day gue malah inget. Dan Ga cuma itu, paling ga gue jadi tau who my truly friends are (those who sending me wishes).
Tapi kayaknya tambah umur gue jadi tambah tua deh. Tambah gampang melupakan triffle things. Ato jgn2 ini symptom penyakit? (Wallahualam deh..)
Ada satu lagi, dari bertambahnya umur kayanya gue semakin di press buat buru2 nikah deh. Heran...... Gue jujur aja udah sedikit pesimis hehhehbuat nikah... bukannya apa2. Ambil contoh tadi pagi, gue telp si mas, nah trus dia minta gue dateng ke papua in the mean time jadwal gue lagi padet2nya. Apalagi status gue masih diawang2 sama dia, ya jelas gue ga mau rugi kali bela2in dateng kesana. I know love needs sacrifaction but kalo status gue juga masih gantung gimana gue mo sacrifice?
I bet he thinks the same. Kita masih belum tau apakah penjajakan yang bulan depan tepat 5 bulan ini bisa membuat kita memutuskan untuk menikah or at least tunangan. Oke lah gue dan dia bisa saling berkomunikasi lewat telepon tapi kalo nikah apa mungkin cuma telpon2n aja? apa kabar donk SEX-nya? apalagi jarak kita terlalu jauh jakarta-papua. Emang bener2 dipikir mateng2. Kalo soal cocok gue percaya gue bisa cocok dengan cowo kali ini, tapi gue ga tau dengan dia, apa dia juga cocok sama gue, THAT'S THE BIG Q.
Ya entah lah, let time answer my questions.. anyway... time to go home.... udah mo dipadamin listriknya.
Cee yaaa...

Blog EntryKen4p4 gUe su$ah BiL4nG s4Y4ng....Mar 11, '08 10:12 PM
for everyone
it's better for 'him'
to know.

When i dont call you
[its because im waiting for you to call me]

when i walk away from you
[follow me]

when i stare at your mouth
[kiss me]

when i push you or hit you
[grab me and dont let go]

when i start cussing at you
[kiss me and tell me you love me]

when im quiet
[ask me whats wrong/or mess with me]

when i ignore you
[give me your attention]

when i pull away
[pull me back]

when you see me at my worst
[tell me im beautiful]

when you see me start crying
[hold me and tell me everything will
be
alright]

when you see me walking
[sneak up and hug my waist from behind]

when im scared
[protect me]

when i lay my head on your shoulder
[tilt my head up and kiss me]

when i tease you
[tease me back and make me laugh]

when i dont answer for a long time
[reassure me that everything is okay]

when i look at you with doubt
[back yourself up]

when i say that i like you
[i really do more than you could
understand]

when i grab at your hands
[hold mine and play with my fingers]

when i bump into you
[bump into me back and make me laugh]

when i tell you a secret
[keep it safe and untold]

when i look at you in your eyes
[dont look away until i do]

when i miss you
[im hurting inside]

when you break my heart
[the pain never really goes away]

when i say its over
[i still want you to be mine]

when i repost this bulletin
[i want you to read it]

Blog EntryMorning+ On Air without Operator=Panic... Mar 1, '08 7:50 AM
for everyone
Wuaahhhhhh!!!!! pagi ini the most PANIC MOrning deh. Believe it or not today is the 1st time gue on air sama Suci without any operator. As usual gue dah dateng jam setengah delapan (acara seharusnya on air jam 8) Tadinya gue berencana briefing dulu sama Suci soal tema kita pagi ini, eh, ternyata it didn't go as I expected.
1. Suci telat gara2 bis AC 143 itu muter2 dulu.

2. Mba Aci (our supposed producer+operator today) mendadak bilang kalo dia tukeran siaran sama Bang Tedy (WEKS!! gila deh baru ngasih taunya pagi ini half hour before the show)

3. Gue ga tau Bang Tedy (BELOM KENAL) gubraks!!! the worse, pas Tedy telp ternyata beliau baru bangun sodara2 Oh My GOD!

4. GUe terpaksa menggunakan jurus profesional thief biar bisa masuk ruang siar dan menggunakan by-phone-guide dari Bang Tedy buat nyalain pemancar radionya dan running mixing stereonya WAKS!!! (yang ternyata I'm still good at it oops).

5. Gue dan Suci terpaksa on air dengan mengacak2 ruang siarnya hehheheh dan memutar lagu2 yang kita suka aja hehehhe (dan dengan kesalahan yang ancur getoo)

Eniwei, Alhamdulillah everything's gone well, Mas Darta (the program Director of 107,8 FM) sampe di ruang siar half hour after we started so dia yang bantu operating siarannya. Walaupn ga da telpon hari ini tapi kita puas sama sms2 yang masuk hehehhe (terutama buat Sanjeev yang bilang kita (gue+Suci) cantik eh GeeR deh). Dan gue juga puas banget karena paling ga gue bisa belajar cara mixing atau siaran walopun secara dadakan dan berantakan (hey, what a rhyme), then gue juga puas sama performa hasil hunting berita gue soal Pelebaran Jalan Tol Sedaytmo and its issues yang paling ga tadi gue cuap2 ga asal cuap tapi ada dasar dan sumber beritanya. Last Gue berharap, banyak pendengar yang mau ikutan petisi menolak pelebaran jalan tol itu.  

Blog EntryKawin bikin repot?Mar 1, '08 7:23 AM
for everyone
He... gue mo curhat soal hal yang terjadi di kantor gue just yesterday. Not so good though... berhubungan sama masalah merit2n.
Gini... tanggal 23 Maret besok as usual gue didaulat lagi buat jadi among tamu (hmmm kalo ga salah si bride's maid ya?) untuk pernikahan putri Kasubdit gue. Well as usual ini merupakan event pertama tahun ini yang ga mungkin jadi yang terakhir (hiks.. jadi inget film 27 dresses-nya Katherine Heigl) mengingat reputasi gue as bride's maid yang tak pernah tercela hehhehhheheh. Eniwei, ceritanya satu subdit ini diminta buat jadi wedding commiteenya si bapak bos tadi. Dan PUMK gue berinisiatif membelikan kita semua seragam. And that's how it started. Mrs. D (sebut aja) jum'at kemarin bersama Mrs. I and Ms. SW pergi shopping ke Danarhadi batik buat beli wedding uniformnya kita. Sebetulnya mereka bilang sih mo pergi ke gue, ga tau deh sama yang lain. Nah pas mereka pulang dan membagikan hasil perburuan mereka, Mrs. K yang bakalan jadi tandem gue di wed itu protes, yang bahannya jeleklah (plis deh bahan batik sutra seharga almost 1 jeti dibilang jelek, ya ampun.. duit segitu cukup buat kasih makan anak yatim se-ErTe kali) yang warnanya ga sreg-lah (c'mon... ini kan cuma buat dipake sekali helllooooowww??? daaaa??? kaya lo bakalan sering pake kebaya, bisa diitung deh berapa kali lo pake kebaya setaun!) and so on. Ga terima si Mrs I jelasin (berusaha beralasan) kalo bukannya dia yang mau, tapi karena waktu mepet dan bahan batik harus segera dijahit, bla bla bla ampe Ms Sw lah yang milihin. And eventually, the volcano erupted. Mrs. K bilang jangan mentang2 Mrs I mantan PUMK jadi bisa seenaknya pake duit ..... (u know lah) wah pokoke seru dah... ciri khas pertempuran antar perempuan hihihihi (plus adegan gabrak meja yang sinetron bangets gitu).
Weh..weh...weh. gue jadi mikir ntar kalo gue kawin trus gue butuh bantuan mereka, mereka ribet juga kali ya kaya gini? ga mau diatur. Well kalo kita pikir.. niat kita kan jadi panitia kawinan gini kan buat membantu, buat ngebahagia-in orang lain, so I wonder deh gimana si Babeh react Senin depan kalo tau hal begini. Heran...heran... ternyata gini nih cara orang tua (yang katanya dewasa) ngajarin anak muda? They act as if they are children hehehehheh.... 


Blog EntryBete!!!!!!!!! install ulang lagii huaaaaaaaaaaaFeb 15, '08 12:30 AM
for everyone
gara2 kegiatan workshop di jogja si MOKO tewas dengan sukses.

terpaksa di klon lagi deh nyawanya.

Blog EntryDi bandara Soekarno-Hatta.... Waiting...Dec 26, '07 7:14 AM
for everyone
hmmm. tulis apa ya hari ini.. Bosen, bete, nunggu dibandara. Well, hari ini dimulai dari telp gue pagi buta buat si mas yang kepotong sama teriakan si teteh ngaduin kalo bokap mulai masuk angin lagi. Yah, emang sih kalo bokap udah mengeluarkan suara2 seperti orang masuk angin biasanya kita udah mesti siaga satu (means bokap bisa aja kena serangan jantung lagi). Ya udah terpaksa ci nge-cut chit chat sama mas buat nyari obat papa (fasorbid 5 simbingual kalo ga salah). After that, ga bisa tidur jadi nerusin nelp si mas lagi sambil jaga2 mantau kondisi bokap ampe jam 2. pembicaraan kita lagi2 ke-cut gara2 batere hp abis, so gue tidur deh setelah ngecek bokap gue tidur.

Nah jam 8 gue bangun kaget soalnya nyokap bilang kalo bokap mau jalan juga ke skul, padahal udah tau smalem ribut dadanya sakit. Well, like father like daughter, ya gue insist sama bokap kalo doski boleh pergi in one condition, ga boleh nyetir mobil sendiri. Akhirnya gue yang menang hehehhe ;p (sori dad, that's for ur own sake).

Akhirnya gue jalan ke bandara dianter Edu (my cousin). udah lama juga sih ga bareng edu, secara doski sibuk kuliah n kerja (wartawan) after his dad passed away. So jadilah siang ini ajang kita curhat. Dari dulu, gue ga pernah se-cs ini sama abangnya edu, ipu. padahal ipu tuh yang sepantaran gue. ama edu jarak gue jauh banget, tapi kita tuh bener2 klik. doski kadang kucluk2 dateng kerumah cuma buat curhat soal cewe, kerjaan (secara masih fakir pulsa hahahha sama kaya gue plus rumah kita cuma berjarak 50 meter) dan gue juga kadang bisa curhat hal2 aneh sama dia. Di bandara kita kecepetan 5 jam (gokil tuh anak kena bokisnya nyokap heheeh), jadi kita makan dulu di AW (american warteg huhuhu) trus biasa deh ngilatin cewe ber-rok mini yang seliweran di bandara hehheh (kebiasaan ajaib gue sama cowo2 yang bikin gue kadang suka dikira nyimpang heheh, padahal gue mah lebih seneng ngecengin cowo deh sumpah!!!hehhehe).

Abis ngecengin mba2 pembagi flyer rajakamar.com, kita naik ke anjungan pengantar buat nongkrong (skalian nemenin doski smoking). di sana masih sempet2nya kita ngecengin couple yang lagi saying goodbye gitu deh (ya lo taulah scenenya cinta ma rangga hehheheh ;p), trus lanjut ngomongin about none other S-E-X stuff heheheh, gila ya tuh anak ternyata maniak abiessss tapi at least he's a good brother, soalnya dia ngasih tips2 jitu buat protect diri sbg cewe hehehe (so cowo2 kartu mati lo semua gue pegang heheh, sori buat cewe2... yah mungkin next time lah gue bikin tulisan tentang S-E-X from boys point-of-view).

Abis tuh jam setengah lima doski cabut, mo kekampus katanya, so gue cek-in, n nongkrong dulu di cafe, nelp mas, baru masuk waiting room, n sholat magrib. Sekarang udah jam 7, dan belum ada tanda2 boarding so pastinya delay deh... Capee dehhhhh......

Eh tapi ada yang spooky deh, inget ga soal my bad dream... about death?
I get the 3rd clue.
(to be continued)

Blog EntryCampur adukDec 24, '07 9:58 AM
for everyone
ga tau ya.. lagi sedikit bete... soalnya ga da kerjaan (libur tanpa planning selalu bikin gue bete), sedikit senang (ada peningkatan yg cukup berarti dalam relationship gue), sedikit sedih (soalnya adek cowo gue susah banget diaturnya, yang kadang2 bikin gue merasa gagal jadi kakak), sedikit high (lagi kecanduan nih sama suaranya some-1, ampe ga bisa bo2 kalo ga nelp dia dulu), sedikit sebel juga (soalnya smalem nelp some-1 eh dianya ketiduran gitu).... dannnnn sedikit berharap sakit kepala ini berkurang

pengen nyanyi... lagi seneng lagu ini...
but when i need u... u almost here.. and i know that's not enough
and when i'm w/ u.. i'm close to tears, coz u're only almost here.... (Almost here-brian Mc. Fadden)
huaaa

tapi seneng lagu ini juga:
Aku ingin kau tau...apa isi hatiku
biar semua tau...kau milikku

Aku ingin kau tau...ku mencintaimu
biar semua tau...ku milikmu
(ga tau tuh siapa penyanyinya)

So, in brief mood gue aneh.. mungkin karna gue takut kehilangan seseorang. I had a bad dream couple days ago. Ngimpi gigi copot. gigi seri depan bawah sebelah kiri. kata nenek gue kemungkinan ada seseorang yang sangat dekat sama gue bakalan pass away (ya ALLah semoga cuma another dream). Tapi indeed gue emang biasa ngimpi gigi copot sebelum ada keluarga atau kerabat yang meninggal. ga tau harus believe in or not. selama ini cuma nganggep coincidence aja. tapi kmaren 1 of my relative said kalo dulu gue pernah ga sengaja ngelangkahin tali pengikat kafan mayat. N itu sodara-2 katanya yang selama ini mempengaruhi hidup gue. (setengah kaget, tapi belom percaya) katanya itu yang bikin lovelife gue berantakan...(heheh setau gue sih yang bikin berantakan ya gue sendiri). But now.. i don't think i wanna lose him, so 0,1 persen gue mulai percaya. really wish somebody would tell me that it isn't true.

gue takut orang yang akan pergi itu either my parents, or my love ones. but what if that person me myself?

Blog EntryReview: Quickie ExpressDec 13, '07 4:02 AM
for everyone
Lucu, malu-maluin, almost bokep slapstick gaya warkop tapi penuh makna (buat gue).

Alkisah ada seorang pemuda bernama Jojo (Tora Sudiro). Diusianya yang ke 27 th, dia belum bisa mencapai keberhasilan dalam hidup. Gonta ganti kerjaan yang selalu berakhir ga beres (terakhir jadi tukang pel swalayan yang bikin chaos), hingga akhirnya terpaksa jadi tukang tambal ban.

Nah, si Jojo ini kemudian ketemu sama Mudakhir seorang pemburu (alias mucikari/germo yang mencari cowo untuk dijadikan gigolo). Dengan segala bujuk rayu (beneran caranya jayus abis) si Jojo akhirnya mau ikut pelatihan jadi gigolo. Scene Jojo sama si Marley (Aming) dan Piktor (Lukman Sardi) yang kemudian jadi sohib Jojo, waktu mereka sama2 ngikutin training menjadi gigolo bener lucu abiess.

So the story goes ketika mereka sama2 memasuki kehidupan baru sebagai gigolo, menikmati hidup dari hasil kerja mereka sebagai gigolo sampai waktu mereka masuk level advance dalam hal kegigoloan. Ya disini, menurut gue banyak adegan yang emang ga sreg buat anak2 dibawah umur, tapi kalo sebagai kesatuan cerita emang harus diliatin.

Kompleksitas cerita ini mulai terbangun ketika Jojo masuk ke level advance dimana dia jadi gigolo eksklusif untuk tante Mona (Ira Maya Sopha). Benang merah cerita mulai kusut ketika jojo bertemu dan jatuh cinta sama seorang gadis cantik bernama Lila (Sandra Dewi), yang ternyata adalah anak si Tante Mona, dan bertambah kusut dengan masuknya figur ayah Lila, Jan Pieter (Rudy Wowor) alias suami sang tante yang dikenal sebagai pengusaha kaya sekaligus raja preman yang ternyata adalah seorang gay yang ikutan anak istrinya fall in love sama Jojo.

Ok, gue ga akan cerita ampe abis, ga seru kan, tapi gue cuma pengen berbagi beberapa poin yang gue anggap penting dalam film ini.

  1.  gue jadi berfikir tentang esensi keluarga dimasa sekarang ini. Well, harus diakui, suka atau tidak,pernikahan buat sebagian masyarakat khususnya di Jakarta udah dianggap ga terlalu penting. Jujur gue sendiri kadang berfikir (karena gue masuk salah satu tipikal cewe Jakarta yang nota bene pekerja, mandiri dan lajang berusia 20 something hehehe) kenapa ya gue selalu dikejar2 untuk buru2 merit. Sedangkan di usia 20an gue lagi produktif2nya jadi manusia dan kita kayanya tau kan seberapa tingginya tingkat perceraian sekarang ini (liat aja infotainment). tetapi emang sih gue juga mikir, sebagai cewe yang masih normal gue sendiri juga dalam masa produktif secara seksual. Gue sadar kok kalo kadang2 gue juga bingung nyalurin libido gue (ya akhirnya terpaksa puasa hehhehe) coz gue ga suka masturbate, ga suka nonton bokep (model2 hardcore versi glodok itu), dan gue juga berusaha untuk tetep jaga virginitas gue sebelum sah jadi istri orang.Kadang2 gue juga ga tahan, apalagi kalo udah sayang sama cowo gue (secara kalo cewe lebih mudah melakukan hal bodoh atas nama cinta) pengen banget nunjukin rasa sayang gue kaya nge-kiss, hugging, seducing de el el, tapi ga tau kenapa pride gue kayanya terlalu tinggi (atau malah karena gue terlalu pemalu kali ya? :P) buat bisa nunjukin hal itu. ya, paling beraninya lewat sms. heheh.Gue juga merasa gue butuh membentuk keluarga 2 make me feel whole as a person. ga mungkin kan gue kerja mati-matian tapi gue ga punya siapa2 buat menikmati hasil kerja keras gue bareng2 (except nyak-babe gue, adek2 gue ya kalo itu sih udah kewajiban jadi anak).Gue juga kepengen waktu gue pulang kerumah dlm keadaan underpressure sama kerjaan ada bocah lucu dan suami yang gue cintai yang bikin gue selalu pingin cepet2 pulang (coz gue lebih sering pulang lewat jam 9 malem bahkan jarang pulang).Banyak sih kalo dijabarin kenapa buat gue keluarga dan pernikahan itu hal yang penting. Tapi di poin ini, gue mo mengingat2 bahwa sekarang ini terjadi degradasi terhadap nilai2 mengenai pernikahan dan keluarga. Gue bersyukur, walopun keluarga gue mungkin jauh dari yang namanya ideal tapi gue merasa cukup dengan segala ketidak sempurnaannya, dan cara parents gue berusaha mempertahankan keluarga ini membuat gue menjadikannya dasar dan motivasi untuk bisa membentuk keluarga gue sendiri. Emang si Mr. Right belum dateng (or maybe never come) tapi gue akan beri satu kesempatan buat seseorang untuk menjadi Mr. Right dan memberi diri gue sendiri satu kesempatan untuk jadi Ms. Right buat dia.
  2. poin kedua film ini mengingatkan gue, bahwa kadang dengan kadar produktifitas seksual gue yang lumayan tinggi, gue mesti lebih berhati2 sama diri gue sendiri. dunno when n where gue bisa aja lost my virginity tanpa gue sadari. tanpa kadar iman yang lebih tinggi,rasanya bakalan susah deh ngejaganya. Sekarang akses seks itu mudah banget, salah satunya jasa gigolo. Dan gue udah bisa bayangin if i becoming tante Mona (honestly i dislike it). Ini emang mesti gue jadiin kewaspadaan diri. Dengan mobilitas kerja gue yang tinggi, bukan ga mungkin gue terlibat cinlok kantor (iya kalo masih single cowonya, nah kalo udah double decker kan gawat!), trus bukan ga mungkin gue tempted saat DL ke daerah (alhamdulillah sih selama ini ga pernah ada kejadian kaya gitu dan JANGAN SAMPAI!).   And last, 
  3. Kayanya, dari film ini gue perlu lebih banyak lagi bersosialisasi supaya gue bisa lebih open-minded soal free sex, bukan buat gue praktekin sebelum nikah tapi mencoba memahami perspektif kaum Adam, yang katanya telat dewasa itu secara buat cowo itu udah jadi hal yang biasa banget, tapi kenapa juga mereka masih maksa pengen dapet istri yang masih virgin? 

Blog EntryTo be Single...Dec 11, '07 6:12 AM
for everyone
Pernah ga sih bete kalo dibilang JOMBLO sejati? ato pernah ga bete gara2 keliatannya  orang disekeliling lo itu semuanya berpasangan?

Well, gue pernah. Pernah bete gara2 gue selalu kebagian curhatnya temen2 cewe gue kalo mereka fall in love, brantem, broke up trus make up sama cowonya. Secara walau ga sering2 banget pacaran tapi gue termasuk picky. (sombong sih kalo dipikir, coz gue tau gue ga secakep Tamara Blezinsky tapi gue kan tetep cewe yang punya pride pa lagi gue punya darah Jawa)

Nah, baru-baru ini gue kenalan dan lagi PDKT, (apa penjajakan yah?) sama satu cowo yg ga satu kota. This time kayanya gue kena batunya deh. Ni cowo lumayan mirip sama gue mulai dari hobi, kesukaan, jayusnya ampe believe or not kadang gue ngerasa punya kontak batin sama dia. Aneh, gue ga segininya sama cowo2 yang pernah jadian, pernah deket, ataupun cowo yang jadi temen curhat gue. Apa mungkin ya gue mulai jatuh cinta? Gue ngerasa nyaman ngobrol sama dia, gue bisa manja, kolokan, nangis (mudah2n sih dia lupa), ketawa ngakak ampe ketiduran.

Sayang ya, seandainya aja gue ga terlalu takut fall in love mungkin kuch kuch hota hai heheh (india gini?) Tapi gue jadi ga yakin sendiri, gue mo mastiin perasaan gue tapi gue takut dia ga punya feeling yg sama. Gimana kalo gue jadiin dia my November man aja kali ya? Cuma sebulan... cukup lah, mencintai secukupnya dan stay away from future trouble.

Gue ga berharap banyak, gue cuma pengen fell whole aja, komplit. mungkin gue ga nikah (ya tau lah gimana kerjaan gue, cowo mana coba yang bisa tahan?) tapi paling ga gue pengen bener2 jatuh cinta sama Mr. Right. Toh si Charlize Therone sama Keanu Reeves juga ga jadian terus kan.

Kalo gue punya 3 hari untuk selamanya, gue yakin gue pilih dia nih buat jadi kenangan terindah dalam hidup gue.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help