TuliSan dan CurHatan GUe... | |
Hiks akhirnya kisah cinta gue berakhir lagi. But suddenly gue dapet pencerahan. Baca buku karangannya penulis dan konsultan "Sex n d' City" (Greg Behrendt dan Liz Tuccillo) sedikit banyak bikin gue memahami Y things never go as I want if it comes to the word relationship. Oke, gue emang ga menangis waktu hubungan ini harus diakhiri. karena gue juga ngerasa ga bener2 "into" him. Bahkan gue sendiri yang langsung nodong ke dia kalo "he has seeing someone else", n yup, he finally admitted it. Marah ? YA tapi tidak membuat gue ingin menangis .
Gue marah karena dia sama seperti banyak laki2 "who had been with me" ga bisa MELIHAT kalo I'M NOT A STEREOTYPE GIRL gue emang bukan wonder woman kaya si M-J, tapi gue heran.. kenapa sih semua makhluk Tolol Kuadrat itu ga bisa ngeliat gue sebagai GUE dan tidak membandingkan garis miring menyama ratakan gue dengan makhluk lain bernama HAWA. Gue ya gue... dengan kualitas dan kekurangan gue sendiri.
TAU GA ALASAN DIA GA MAU NGAKU @THE 1ST PLACE. He says, "Chie, I don't wanna lose you." Gampang ya???? Hey, dari pertama dia kenal gue, he should know that he might lose me or not. Gue ga pernah sakit hati ditolak, gue ga pernah sakit hati ditinggal a.k.a. diputusin, gue ga pernah sakit hati digantungin, begitupun sebaliknya gue harapkan sama cowo2 yang pernah, mungkin juga akan, gue tolak, putusin atau digantungin. Kenapa??? karena gue selalu taruh garis batas dalam hati gue, gue harus siap ketika gue putusin buat jatuh cinta maka suatu saat ujung tali jodoh juga bertemu (whether good or bad, it's destiny).
Tapi problem gue... gue selalu berharap hubungan yang gue ciptakan itu berdasarkan dari sikap jujur dan terbuka. Which I never could find in man. Dan kebohongan-kebohongan itulah yang gue temukan sebagai arti "He's Just Not That Into You".
We all dated the same MAN 
- He didn't call u, when he promised to

- He didn't ask u on an official date
 - He didn't want 2 or avoid 2 have S-E-X with u (oke kalo ini mungkin ga dilakuin oleh muslimah hehhehe peace maklum bukunya kan buku barat)
- He had S-E-X with someone else while in relationship with u (wow kalo ini ekstrim)
- He comes 2 u and be nice 2 u only when he's drunk (lebih ekstrim)
- He didn't or avoid the MARRIAGE THING while in relationship with u
- He broke up with u (shit happens)
- He suddenly a magician a.k.a disappear
 - He's married to someone else (and expect u to wait 4 his widower? yeah.. get real man)
- He's a jerk, selfish jerk, obsessive jerk, annoying or just a total freak
 The above mention itu kriteria cowo2 who REALLY... I MEAN REALLY NEVER INTO U. For that kind of man, u're just a barbie to play with. So girls... never shed ur precious tear when u broke up. U better cry for losinng ur parents, bestfriend or a pet, but never for a MAN (exceptional for men who really treat u like a lady ).
PS: Buat cowo/cewe sebelum protes sama tulisan gue.. sekali lagi tulisan ini dibuat sebelum gue kenal cinta sejati...jadi kalo kapan-kapan gue kenalan sama cinta sejati... ya mungkin aja gue berubah .
Hiks akhirnya kisah cinta gue berakhir lagi. But suddenly gue dapet pencerahan. Baca buku karangannya penulis dan konsultan "Sex n d' City" (Greg Behrendt dan Liz Tuccillo) sedikit banyak bikin gue memahami Y things never go as I want if it comes to the word relationship. Oke, gue emang ga menangis waktu hubungan ini harus diakhiri. karena gue juga ngerasa ga bener2 "into" him. Bahkan gue sendiri yang langsung nodong ke dia kalo "he has seeing someone else", n yup, he finally admitted it. Marah? YA tapi tidak membuat gue ingin menangis.
Gue marah karena dia sama seperti banyak laki2 "who had been with me" ga bisa MELIHAT kalo I'M NOT A STEREOTYPE GIRL gue emang bukan wonder woman kaya si M-J, tapi gue heran.. kenapa sih semua makhluk Tolol Kuadrat itu ga bisa ngeliat gue sebagai GUE dan tidak membandingkan garis miring menyama ratakan gue dengan makhluk lain bernama HAWA. Gue ya gue... dengan kualitas dan kekurangan gue sendiri.
TAU GA ALASAN DIA GA MAU NGAKU @THE 1ST PLACE. He says, "Chie, I don't wanna lose you." Gampang ya???? Hey, dari pertama dia kenal gue, he should know that he might lose me or not. Gue ga pernah sakit hati ditolak, gue ga pernah sakit hati ditinggal a.k.a. diputusin, gue ga pernah sakit hati digantungin, begitupun sebaliknya gue harapkan sama cowo2 yang pernah gue tolak, putusin atau digantungin. Kenapa??? karena gue selalu taruh garis batas dalam hati gue, gue harus siap ketika gue putusin buat jatuh cinta maka suatu saat ujung tali jodoh juga bertemu (whether good or bad, it's destiny).
Tapi problem gue... gue selalu berharap hubungan yang gue ciptakan itu berdasarkan dari sikap jujur dan terbuka. Which I never could find in man. Dan kebohongan-kebohongan itulah yang gue temukan sebagai arti "He's Just Not That Into You".
We all dated the same MAN
- He didn't call u, when he promised to
- He didn't ask u on an official date
- He didn't want 2 or avoid 2 have S-E-X with u (oke kalo ini mungkin ga dilakuin oleh muslimah hehhehe peace maklum bukunya kan buku barat)
- He had S-E-X with someone else while in relationship with u (wow kalo ini ekstrim)
- He comes 2 u and be nice 2 u only when he's drunk (lebih ekstrim)
- He didn't or avoid the MARRIAGE THING while in relationship with u
 Uhhhhhh... cenangnya bisa ikutan kegiatan JGM bareng Green FM lagi. Kali ini kita buka stand di Pameran Jakarta Initiatives in Fighting Climate Change (ayo... rame2 dateng). Booth JGM dan Green FM yang terletak persis di depan pintu masuk Murai Room Hall A JCC bernuansa Hijau dan Putih. Gue dapet giliran jaga hari Jum'at sore dan Sabtu pagi serta siaran langsung Hari minggu jam 3 (dengerin ya!!!!!  ). Nih gue tampilin sedikit snap shotnya yaa...  
Cari tahu karakter dari elemen masing-masing zodiak. Dan kenali produk premium yang bisa menyempurnakan kecantikan terbaik Anda. TANAH Taurus (21 April-20 Mei), Virgo (24 Agustus-23 September), Capricorn (22 Desember - 22 Januari) Tanah adalah cikal bakal kehidupan, dan segala hal baik bermula dari tangan Anda. Karakter: Gigih, tenang, dan sangat hati-hati dalam banyak hal. Meski produktif, sebenarnya Anda cenderung konservatif dan sederhana. Best Service: Do it your facial routine. Murah dan efektif. Best Beauty: Pilih produk kulit yang banyak mengandung air dan pelembab. Juga sanggup menahan panas sekaligus. Hindari produk yang dapat menyebabkan suhu di rambut atau kulit Anda meningkat. API Aries (21 Maret-20 April), Leo (24 Juli-23 Agustus), Sagitarius(23 November-21 Desember) Anda adalah pemimpin masa kini. Kekuatan yang ada pada Anda dapat menyelamatkan hidup banyak orang. Karakter: Pandai, romantis dan punya sense of art yang baik. Namun, berhati-hatilah terhadap sikap yang terlalu mendominasi. Best Service: Ganti potongan dan warna rambut Anda. Makin sering ganti makin baik. Best Beauty: Pilih produk yang dapat mendinginkan 'temperatur'. Hindari produk perawatan yang dipakai dalam waktu panjang. Biasanya tidak berhasil di kulit atau rambut Anda. Masker adalah jenis produk yang akan banyak membantu. ANGIN Gemini (22 Mei-21 Juni), Libra(24 September-23 Oktober), Aquarius(21 Januari-19 Februari) Open minded adalah kekuatan terbaik yang Anda miliki. Jadi, penuhi hari-hari dengan imajinasi dan inovasi terbaik. Karakter: Gigih, tenang dan pendamai. Sempurna memang, tapi buang jauh-jauh sikap minder itu, ya. Best Service: Waxing. Try facial waxing, body waxing or brazillian wax. Very tempting. Best Beauty: Pilih produk premium yang direkomendasi sumber terpercaya, karena pada dasarnya Anda hampir cocok di banyak produk atau jenis perawatan kecantikan. Namun, tinggalkan produk yang terlalu 'dingin' karena bisa membuat Anda justru 'tenggelam'. AIR Cancer (22 Juni-23 Juli), Scorpio (24 Oktober-22 November), Pisces (20 Februari- 20 Maret) Terima kasih untuk sikap empati yang Anda berikan. Inilah kemuliaan hati yang tak dimiliki banyak orang saat ini. Karakter: Imaginatif dan mudah bekerja sama dengan banyak pihak. Tapi jangan terlalu sentimentil dong. Best Service: Coba biomesolift treatment. Service meniruskan wajah instant dalam 30 menit. Tanpa operasi tanpa jarum suntik! Best Beauty: Produk berkemasan catchy biasanya sangat cocok buat Anda. Namun, hindari produk-produk panas yang bisa membuat kecantikan Anda 'menguap'. Pilih kandungan air yang menyejukkan. reference: kompas.com
Rasanya datang ke Malang untuk yang pertama kalinya ini bikin gue stress.
First, awal perjalanan. Boots tragedy, pas mo brangkat ke bandara, tiba2 resleting boots gw copot , walau bisa ditanggulangi dengan memakai sepatu cadangan. Kemudian terhadang kecelakaan truk yang terbalik pas dipintu gerbang bandara . (ke)Malang(an) bertambah ketika jadwal penerbangan di delay 2 jam . Sampai akhirnya beli bantal buat bobo . Second, proses pembelajaran bikin gue stress, coz materi pelatihan kayanya overlap . Gue ga ngerti hal2 yang terkait pendataan coz gue kan cuma ngurusin Pelaporan Blockgrant 2008, walaupun buat ng-input sih oke2 aja. Third, accommodation, ga da AC, ternyata oh ternyata, Malang itu panas yah?? (*stupid look ). Makanan ga cocok...(mama... nenek..... I miss your cookings). Sekamar ber-4 sama mba Yuni (Panitia), Mung, n Nenek (bu Igna) coz asrama peserta yang harusnya gue tempatin itu jauuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh banget dari tempat pembelajaran (kaya tempat jin buang anak) . Fourth, MOST IMPORTANT, GA BISA JALAN2 Kaya mba Yuni Huaaaaaaa sebel.... banget. Mana besok udh mesti balik lagi ke jakarta, huuuuuu pasti gue ga bisa bolos deh. Padahal kan pengen bablas liburnya. ya sutra lah.. tapi sebenernya ada kenangan yang seru plus lucu juga tuh, nanti deh gue bikin sekuelnya. sekarang gue lagi ke Gap nih ga konsen.. dah dulu deh...
Dear Ibu Kartini,
Hari ini, 120 tahun yang lalu, engkau dilahirkan. Diasuh dengan penuh kasih sayang, membuatmu tumbuh menjadi sosok wanita yang anggun nan ayu. Tak hanya itu, diantara sejuta wanita yang lahir dijamanmu, engkaulah salah satu wanita yang mampu mengecap pendidikan sekaligus terkukung oleh tradisi. Nurani yang timbul, membuatmu bangkit walau hanya berupa pemikiran melalui tetesan tinta pada lembaran-lembaran suratmu. Ibu... 120 tahun ini, para perempuan bangsa kita telah berubah. Sedikit demi sedikit, kami mampu menunjukkan eksistensi perempuan dalam semua bidang. Namun, tak sedikit pula perempuan yang masih terkukung dalam tradisi, terpenjara dalam kepicikan dan kebodohan pemikiran dan ego para kaum ADAM. Kami hadir bukan untuk menyaingi, kami hadir untuk menunjukkan kami ada, sehingga diatas nisan kami nanti terpatri bahwa kami pernah ada bahwa kami pernah memberikan sesuatu untuk kami, untuk mereka dan untuk masa depan anak cucu kami dengan cinta dan kasih sayang. Dengan kenangan mereka akan mengingat kami bukan hanya sebagai makhluk yang diciptakan menjadi pasangan ADAM dan berfungsi untuk melanjutkan sejarah anak cucu manusia, tetapi kami juga adalah guru yang membentuk karakter, akhlak dan mengajarkan mereka cinta dan kasih sayang sejati dengan pendidikan yang kami berikan dan pemikiran yang berkembang dalam jiwa dan raga kami. Ibu, doakan kami, agar dapat membebaskan saudara-saudara kami dari penjara tradisi kaum ADAM, dan dari kepicikan pemikiran kami sendiri. Kami harus maju ya kan bu? Ibu.... kami akan terus membakar semangat kami untuk maju.
Selamat Milad Ibu... Selamat Milad para perempuan Indonesia....
BUZZ!!
TUHAN: Kamu memanggilKu ? AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya? TUHAN: Ini TUHAN. Aku dengar doamu. Jadi Aku ingin bincang-bincang denganmu.
AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk. TUHAN: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya nggak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah jadi waktu sibuk. TUHAN: Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan, tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.
AKU: Saya ngerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini. TUHAN: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit? TUHAN: Berhentilah menganalisis hidup, Jalani saja dan Analisis-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang? TUHAN: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisis. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tak khawatir jika ada begitu banyak ketidak-pastian. TUHAN: Ketidakpastian itu tak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian. TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita? TUHAN: Intan tidak dapat diasah tanpa gosokan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka jadi lebih baik bukan sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna? TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU: Tapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah? TUHAN: Masalah adalah rintangan yang dimaksudkan buat meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU: Sejujurnya di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah... TUHAN: Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu ke mana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU: Kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan? TUHAN: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi? TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia? TUHAN: Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini? TUHAN: Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini? TUHAN: Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab. TUHAN: Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini. TUHAN: Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup. TUHAN... signed out.
*thx to Sdr. Erwin yang sudah copas di blognya
Reposting from Milist Historia 
Jakarta: In Need of Improvements Andre Vltchek Worldpress.org con tr ibuting editor July 26, 2007 Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles belch fumes on congested tr affic arteries and super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta , the fourth largest city in the world. In between towering super-s tr uctures, humble kampongs house the majority of the city dwellers, who often have no access to basic sanitation, running water or waste management. Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat kebudayaan Jakarta , yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 di dunia. Terjepit diantara gedung tinggi, terhampar perkampungan dimana bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah. While almost all major capitals in the Southeast Asian region are investing heavily in public tr ansportation, parks, playgrounds, sidewalks and cultural institutions like museums, concert halls and convention centers, Jakarta remains brutally and determinately 'pro-market' profit-driven and openly indifferent to the plight of a majority of its citizens who are poor. Disaat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk tr ansportasi publik, taman kota, taman bermain, tr otoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN. Most Jakartans have never left Indonesia , so they cannot compare their capital with Kuala Lumpur or Singapore ; with Hanoi or Bangkok . Comparative statistics and reports hardly make it into the local media. Despite the fact that the Indonesian capital is for many foreign visitors a 'hell on earth,' the local media describes Jakarta as "modern," "cosmopolitan, " and "a sprawling me tr opolis." Kebanyakan penduduk Jakarta belum pernah pergi ke luar negeri, sehingga mereka tidak dapat membandingkan kota Jakarta dengan Kuala Lumpur atau Singapura, Hanoi atau Bangkok . Liputan dan statistik pembanding juga jarang ditampilkan oleh media massa setempat. Meskipun bagi para wisatawan asing Jakarta merupakan NERAKA DUNIA, media massa setempat menggambarkan Jakarta sebagai kota "modern", "kosmopolitan" , dan "me tr opolis" . Newcomers are often puzzled by Jakarta 's lack of public amenities. Bangkok , not exactly known as a user-friendly city, still has several beautiful parks. Even cash-s tr apped Port Moresby , capital of Papua New Guinea , boasts wide promenades, playgrounds, long s tr etches of beach and sea walks. Singapore and Kuala Lumpur compete with each other in building wide sidewalks, green areas as well as cultural establishments. Manila , another city without a glowing reputation for its public amenities, has succeeded in cons tr ucting an impressive sea promenade dotted with countless cafes and entertainment venues while preserving its World Heritage Site at In tr amuros. Hanoi repaved its wide sidewalks and turned a park around Huan-Kiem Lake into an open-air sculpture museum. Para pendatang/wisatawan seringkali terheran-heran dengan kondisi Jakarta yang tidak memiliki taman rekreasi publik. Bangkok, yang sebenarnya merupakan kota yang tidak terlalu ramah publik, masih memiliki beberapa taman yang menawan. Bahkan, Port Moresby, ibukota Papua Nugini, yang miskin, terkenal akan taman bermain yang besar, pantai dan jalan setapak di pinggir laut yang indah. But in Jakarta , there is a fee for everything. Many green spaces have been converted to golf courses for the exclusive use of the rich. The approximately one square kilometer of Monas seems to be the only real public area in a city of more than 10 million. Despite being a maritime city, Jakarta has been separated from the sea, with the only focal point being Ancol, with a tiny, mostly decrepit walkway along the dirty beach dotted with private businesses. Di Jakarta kita perlu biaya untuk segala sesuatu. Banyak lahan hijau diubah menjadi lapangan golf demi kepentingan orang kaya. Kawasan Monas seluas kurang lebih 1 km persegi bisa jadi merupakan satu-satunya kawasan publik di kota berpenduduk lebih dari 10 juta ini. Meskipun menyandang predikat kota maritim, Jakarta telah terpisah dari laut dengan Ancol menjadi satu-satunya lokasi rekreasi yang sebenarnya hanya berupa pantai kotor. Even to take a walk in Ancol, a family of four has to spend approximately $4.50 (40,000 Indonesian Rupiahs) in en tr ance fees, something unthinkable anywhere else in the world. The few tiny public parks which survived privatization are in desperate condition and mostly unsafe to use. Bahkan kalau mau jalan-jalan ke Ancol, satu keluarga dengan 4 orang anggota keluarga harus mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk tiket masuk, satu hal yang tak masuk akal di belahan lain dunia. Beberapa taman publik kecil kondisinya menyedihkan dan tidak aman. There are no sidewalks in the entire city, if one applies international standards to the word "sidewalk." Almost anywhere in the world (with the s tr iking exception of some cities in the United States , like Houston and Los Angeles ) the cities themselves belong to pedes tr ians. Cars are increasingly discouraged from tr aveling in the city centers. Wide sidewalks are understood to be the most ecological, healthy and efficient forms of short-distance public tr ansportation in areas with high concen tr ations of people. Sama sekali tidak ditemui tempat pejalan kaki di seluruh penjuru kota (tempat pejalan kaki yang dimaksud adalah sesuai dengan standar "internasional" ). Nyaris seluruh kota-kota di dunia (kecuali beberapa kota di AS, seperti Houston dan LA) ramah terhadap pejalan kaki. Mobil seringkali tidak diperkenankan berkeliaran di pusat kota . Trotoar yang lebar merupakan sarana tr ansportasi publik jarak pendek yang paling efisien, sehat, dan ramah lingkungan di daerah yang padat penduduk. In Jakarta , there are hardly any benches for people to sit and relax, and no free drinking water fountains or public toilets. It is these small, but important, 'details' that are symbols of urban life anywhere else in the world. Di Jakarta, nyaris tidak dijumpai bangku untuk duduk dan rileks, tidak ada keran air minum gratis atau toilet umum. Ini memang remeh, tapi sangat penting, merupakan suatu detil yang menjadi simbol kehidupan perkotaan di bagian lain dunia. Most world cities, including those in the region, want to be visited and remembered for their culture. Singapore is managing to change its 'shop-till-you- drop' image to that of the center of Southeast Asian arts. The monumental Esplanade Thea tr e has reshaped the skyline, offering first-rate international concerts in classical music, opera, ballet, and also featuring performances from some of the leading contemporary artists from the region. Many performances are subsidized and are either free or cheap, relative to the high incomes in the city-state. Sebagian besar kota-kota dunia, ingin dikunjungi dan dikenang akan kebudayaannya. Singapura sedang berupaya mengubah ci tr a kota belanjanya menjadi jantung kesenian Asia Tenggara. Esplanade Thea tr e yang monumental telah mengubah wajah kota Singapura, dimana ia menawarkan konser musik klasik, balet, dan opera internasional kelas satu, disamping pertunjukan artis kontemporer kawasan. Banyak pertunjukan yang disubsidi dan seringkali gratis atau murah, bila dibandingkan dengan pendapatan warga kota yang relatif tinggi. Kuala Lumpur spent $100 million on its philharmonic concert hall, which is located right under the Pe tr onas Towers , among the tallest buildings in the world. This impressive and prestigious concert hall hosts local orches tr a companies as well top international performers. The city is currently spending further millions to refurbish its museums and galleries, from the National Museum to the National Art Gallery . Kuala Lumpur menghabiskan $100 juta untuk membangun balai konser philharmonic yang terletak persis dibawah Pe tr onas Tower , salah satu gedung tertinggi di dunia. Balai konser prestisius dan impresif ini mempertunjukkan grup orkes tr a lokal dan internasional. Kuala Lumpur juga sedang menginvestasikan beberapa juta dolar untuk memugar museum dan galeri, dari Museum Nasional hingga Galeri Seni Nasional. Hanoi is proud of its culture and arts, which are promoted as its major at tr action millions of visitors flock into the city to visit countless galleries stocked with canvases, which can be easily described as some of the best in Southeast Asia . Its beautifully restored Opera House regularly offers Western and Asian music tr eats. Hanoi bangga akan budaya dan seninya, yang dipromosikan guna menarik jutaan turis untuk mengunjungi galeri-galeri lukisan yang tak terhitung jumlahnya, dimana lukisan tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Hanoi juga memugar Gedung Opera yang secara reguler mempertunjukkan pagelaran musik Asia dan Barat. Bangkok 's colossal temples and palaces coexist with ex tr emely cosmopolitan fare international theater and film festivals, countless performances, jazz clubs with local and foreign artists on the bill, as well as authentic culinary delights from all corners of the world. When it comes to music, live performances and nightlife, there is no city in Southeast Asia as vibrant as Manila . Candi-candi dan istana kolosal di Bangkok eksis berdampingan dengan teater dan festival film internasional, klub jazz yang tak terhitung jumlahnya, dan juga pilihan kuliner otentik dari segala penjuru dunia. Kalau bicara musik dan kehidupan malam, tak ada kota di Asia Tenggara yang semeriah Manila . Now back to Jakarta . Those who have ever visited the city's 'public libraries' or National Archives building will know the difference. No wonder; in Indonesia education, culture and arts are not considered to be 'profitable' (with the exception of pop music), and are therefore made absolutely irrelevant. The coun tr y spends the third lowest amount in the world on education (according to The Economist, only1.2 percent of its GDP) after Equatorial Guinea and Ecuador (there the situation is now rapidly improving with the new progressive government). Nah, sekarang balik ke Jakarta . Siapapun yang bernah berkunjung ke "perpustakaan umum" atau gedung Arsip Nasional pasti tahu bedanya. Tak heran, dalam pendidikan Indonesia, budaya dan seni tidak dianggap "menguntungkan" (kecuali musik pop), sehingga menjadi tidak relevan. Indonesia merupakan negara dengan ANGGARAN PENDIDIKAN TERENDAH nomor 3 di dunia - Masya Alloh! (pent.) - (menurut The Economist, hanya 1,2% dari PDB) setelah Guyana Khatulistiwa dan Ekuador (di kedua negara tersebut keadaan sekarang berkembang cepat berkat pemerintahan baru yang progresif) Museums in Jakarta are in appalling condition, offering absolutely no important international exhibitions. They look like they fell on the city from a different era and no wonder the Dutch built almost all of them. Not only are their collections poorly kept, but they lack elements of modernity there are no elegant cafes, museum shops, bookstores or even public archives. It appears that the individuals running them are without vision and creativity. However, even if they did have inspired ideas, there would be no funding to carry them out. Museum di Jakarta berada dalam kondisi memprihatinkan, sama sekali tidak menawarkan eksibisi internasional. Museum tersebut terlihat seperti berasal dari zaman baheula dan tak heran kalau Belanda yang membangun kesemuanya. Tidak hanya koleksinya yang tak terawat, tapi juga ketiadaan unsur-unsur modern seperti kafe, toko cinderamata, toko buku atau perpustakaan publik. Kelihatannya manajemen museum tidak punya visi atau kreativitas. Bahkan, meskipun mereka punya visi atau kreativitas, pasti akan terkendala dengan ketiadaan dana. It seems that Jakarta has no city planners, only private developers that have no respect for the majority of its inhabitants who are poor (the great majority, no matter what the understated and manipulated government statistics say). The city abandoned itself to the private sector, which now con tr ols almost everything, from residential housing to what were once public areas. Sepertinya Jakarta tidak punya perencana kota, hanya ada pengembang swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data statistik yang seringkali DIMANIPULIR pemerintah). Kota Jakarta praktis menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik. While Singapore decades ago, and Kuala Lumpur recently, managed to fully eradicate poor, unsanitary and depressing kampongs from their urban areas, Jakarta is unable or unwilling to offer its citizens subsidized, affordable housing equipped with running water, elec tr icity, a sewage system, wastewater tr eatment facilities, playgrounds, parks, sidewalks and a mass public tr ansportation system. Sedangkan beberapa dekade yang lalu di Singapura, dan baru-baru ini di Kualalumpur, mereka berhasil menghilangkan total perkampungan kumuh dari wilayah kota, namun Jakarta tidak mampu atau tidak mau memberikan warganya perumahan bersubsidi dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan air ledeng, lis tr ik, sistem pembuangan limbah, taman bermain, tr otoar dan sistem tr ansportasi massal. Rich Singapore aside, Kuala Lumpur with only 2 million inhabitants boasts one me tr o line (Pu tr a Line), one monorail, several efficient Star LRT lines, suburban tr ain links and high-speed rail system connecting the city with its new capital Pu tr ajaya. The "Rapid" system counts on hundreds of modern, clean and air-conditioned buses. Transit is subsidized; a bus ticket on "Rapid" costs only $.60 (2 Malaysian Ringgits) for unlimited day use on the same line. Heavily discounted daily and monthly passes are also available. Selain Singapura, Kualalumpur dengan berpenduduk hanya 2 juta jiwa memiliki satu jalur Me tr o (Pu tr a Line), satu monorail, beberapa jalur LRT Star yang efisien, dan jaringan keretaapi kecepatan tinggi yang menghubungkan kota dengan ibu kota baru Pu tr ajaya. Sistem "RApid" memiliki ratusan bus modern, bersih, dan ber-AC. Tarifnya disubsidi, tiket bus Rapid hanya sekitar 2 Ringgit (kuranglebih Rp 4600) untuk penggunaan tak terbatas sepanjang hari di jalur yang sama. Tiket abonemen bulanan dan harian yang sangat murah juga tersedia. Bangkok con tr acted German firm Siemens to build two long "Sky Train" lines and one me tr o line. It is also utilizing its river and channels as both public tr ansportation and as a tourist at tr action. Despite this enormous progress, the Bangkok city adminis tr ation claims that it is building an additional 50 miles (80 kilometers) of tr acks for these systems in order to convince citizens to leave their cars at home and use public tr ansportation. Polluting pre-historic buses are being banned from Hanoi , Singapore , Kuala Lumpur and gradually from Bangkok . Jakarta , thanks to corruption and phlegmatic officials, is in its own league even in this field. Bangkok menunjuk kon tr aktor Siemens dari Jerman untuk membangun 2 jalur panjang "Sky Train" dan satu jalur me tr o. Bangkok juga memanfaatkan sungai dan kanal sebagai tr ansportasi publik dan objek wisata. Pemerintahan kota Bangkok juga mengklaim bahwa mereka sedang membangun jalur tambahan sepanjang 80 km untuk sistem tersebut guna meyakinkan penduduk untuk meninggalkan mobil mereka di rumah dan memanfaatkan tr ansportasi umum. Bus-bus kuno yang berpolusi sudah sepenuhnya dilarang beroperasi di Hanoi , Singapura, Kualalumpur, dan Bangkok . Jakarta ? Berkat korupsi dan pejabat pemerintahan yang tak kompeten, Jakarta tenggelam dalam kondisi yang berkebalikan dengan kota-kota tersebut. Mercer Human Resource Consulting, in its reports covering quality of life, places Jakarta repeatedly on the level of poor African and South Asian cities, below me tr opolises like Nairobi and Medellin . Mercer Human Resource Consulting, dalam laporannya tentang kualitas hidup, menempatkan Jakarta di posisi setara dengan kota-kota miskin di Afrika dan Asia Selatan, bahkan dibawah kota Nairobi dan Medellin . Considering that it is in the league with some of the poorest capitals of the world, Jakarta is not cheap. According to the Mercer Human Resource Consulting 2006 Survey, Jakarta ranked as the 48th most expensive city in the world for expa tr iate employees, well above Berlin (72nd), Melbourne (74th) and Washington D.C. (83rd). And if it is expensive for expa tr iates, how is it for local people with a GDP per capita below $1,000? Walaupun Jakarta menjadi salah satu ibukota terburuk di dunia, hidup disana tidaklah murah.Menurut Survey Mercer Human Resource Consulting tahun 2006, Jakarta menduduki peringkat 48 kota termahal di dunia untuk ekspa tr iat, jauh diatas Berlin (peringkat 72), Melbourne (74) dan Washington DC (83). Nah, kalau untuk ekspa tr iat saja mahal, apalagi buat penduduk lokal yang pendapatan perkapita DIBAWAH $1000?? Curiously, Jakartans are silent. They have become inured to appalling air quality just as they have gotten used to the sight of children begging, even selling themselves at the major intersections; to entire communities living under elevated highways and in slums on the shores of canals turned into toxic waste dumps; to the hours-long commutes; to floods and rats. Anehnya, orang Jakarta diam seribu bahasa. Mereka pasrah akan kualitas udara yang jelek, terbiasa dengan pemandangan pengemis di perempatan jalan, dengan kampung kumuh di bawah jalan layang dan di pinggir sungai yang kotor dan penuh limbah beracun, dengan kemacetan berjam-jam, dengan banjir dan tikus. But if there is to be any hope, the tr uth has to eventually be told, and the sooner the better. Only a realistic and brutal diagnosis can lead to tr eatment and a cure. As painful as the tr uth can be, it is always better than self-deceptions and lies. Jakarta has fallen decades behind capitals in the neighboring coun tr ies in esthetics, housing, urban planning, standard of living, quality of life, health, education, culture, tr ansportation, food quality and hygiene. It has to swallow its pride and learn from Kuala Lumpur , Singapore , Brisbane and even in some instances from its poorer neighbors like Port Moresby , Manila and Hanoi . Kalau saja ada sedikit harapan, kebenaran pasti akan terucap, dan semakin cepat semakin baik. Hanya diagnosis kejam dan realistis yang bisa mengarah pada obat. Betapapun pahitnya kebenaran, tetap saja lebih baik ketimbang dusta dan penipuan. Jakarta telah tertinggal jauh dibelakang ibukota lain negara tetangga dalam hal estetika, pemukiman, kebudayaan, tr ansportasi, dan kualitas dan higiene makanan. Sekarang Jakarta telah kehilangan kebanggaan dan mesti belajar dari Kualalumpur, Singapura, Brisbane, dan bahkan dalam beberapa hal dari tetangganya yang lebih miskin seperti Port Moresby, Manila, dan Hanoi. Comparative statistics have to be tr ansparent and widely available. Citizens have to learn how to ask questions again, and how to demand answers and accountability. Only if they understand to what depths their city has sunk can there be any hope of change. "We have to watch out," said a concerned Malaysian filmmaker during New Year's Eve celebrations in Kuala Lumpur . " Malaysia suddenly has too many problems. If we are not careful, Kuala Lumpur could end up in 20 or 30 years like Jakarta !" Data statistik harus tr ansparan dan tersedia luas. Warga harus belajar bertanya dan bagaimana untuk memperoleh jawaban dan akuntabilitas. Hanya kalau mereka memahami seberapa dalamnya kota mereka telah terperosok, maka barulah ada harapan. "Kita harus berhati-hati" kata produser film Malaysia dalam perayaan tahun baru di Kualalumpur. " Malaysia punya banyak masalah. Kalau kita tidak hati-hati, dalam 20-30 tahun Kualalumpur akan bernasib sama seperti Jakarta !" Could this statement be reversed? Can Jakarta find the s tr ength and solidarity to mobilize in time catch up with Kuala Lumpur ? Can decency overcome greed? Can corruption be eradicated and replaced by creativity? Can private villas shrink in size and green spaces, public housing, playgrounds, libraries, schools and hospitals expand? Dapatkah pernyataan ini dibalik? Mampukah Jakarta menemukan kekuatan dan solidaritas untuk mobilisasi sehingga dapat menyaingi Kualalumpur? Mampukah kecukupan mengatasi keserakahan? Dapatkah korupsi diberantas dan diganti dengan kreatifitas? Akankah ukuran vila pribadi mengecil, dan kawasan hijau, perumahan publik, taman bermain, perpustakaan, sekolah dan rumah sakit berkembang pesat? An outsider like me can observe, tell the story and ask questions. Only the people of Jakarta can offer the answers and solutions. Orang luar seperti saya hanya dapat mengamati, bercerita, dan bertanya. Dan hanya masyarakat Jakarta yang punya jawaban dan solusinya... .......
Assalamualaikum Wr. Wb. This is an invitation for any muslim man all over the world.
A fair young lady is willing to do Ta'aruf. She is looking for a muslim man who intends to get married.
So if You think that you might be the person she's looking for then reply this invitation by leaving a message with an introduction of yourself. And let Destiny leads the way...
Wa alaikum salam Wr. Wb.
postingan tetangga.....
DID I MARRY THE RIGHT PERSON?
During one of our seminars, a woman asked a common question. She said, 'How do I know if I married the right person?' I noticed that there was a large man sitting next to her so I said, 'It depends. Is that your husband?' In all seriousness, she answered 'How do you know?'
Let me answer this question because the chances are good that it's weighing on your mind.
Here's the answer. EVERY relationship has a cycle. In the beginning, you fell in love with your spouse/partner. You anticipated their call, wanted their touch, and liked their idiosyncrasies (unconventional behavior/habit).
Falling in love with your spouse wasn't hard. In fact, it was a completely natural and spontaneous experience. You didn't have to DO anything. That's why it's called 'falling' in love... Because it's happening TO YOU.
People in love sometimes say, 'I was swept off my feet.' Think about the imagery of that expression. It implies that you were just standing there; doing nothing, and then something came along and happened TO YOU.
Falling in love is easy. It's a passive and spontaneous experience. But after a few years of marriage, the euphoria (excitement) of love fades. It's the natural cycle of EVERY relationship. Slowly but surely, phone calls become a bother (if they come at all), touch is not always welcome (when it happens), and your spouse's idiosyncrasies, instead of being cute, drive you nuts.
The symptoms of this stage vary with every relationship, but if you think about your marriage, you will notice a dramatic difference between the initial stage when you were in love and a much duller or even angry subsequent stage.
At this point, you and/or your spouse might start asking, 'Did I marry the right person?' And as you and your spouse reflect on the euphoria of the love you once had, you may begin to desire that experience with someone else. This is when marriages breakdown. People blame their spouse for their unhappiness and look outside their marriage for fulfillment.
Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes. Infidelity is the most obvious. But sometimes people turn to work, a hobby, a friendship, excessive TV, or abusive substances.
But the answer to this dilemma does NOT lie outside your marriage. It lies within it. I'm not saying that you couldn't fall in love with someone else. You could.
And TEMPORARILY you'd feel better. But you'd be in the same situation a few years later. Because (listen carefully to this):
THE KEY TO SUCCEEDING IN MARRIAGE IS NOT FINDING THE RIGHT PERSON; IT'S LEARNING TO LOVE THE PERSON YOU FOUND.
SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. It'll NEVER just happen to you. You can't 'find' LASTING love. You have to 'make' it day in and day out. That's why we have the expression 'the labor of love.' Because it takes time, effort, and energy. And most importantly, it takes WISDOM. You have to know WHAT TO DO to make your marriage work.
Make no mistake about it. Love is NOT a mystery. There are specific things you can do (with or without your spouse) to succeed with your marriage.
Just as there are physical laws of the universe (such as gravity), there are also laws for relationships. Just as the right diet and exercise program makes you physically stronger, certain habits in your relationship WILL make your marriage stronger. It's a direct cause and effect. If you know and apply the laws, the results are predictable... you can 'make' love.
Love in marriage is indeed a 'decision'... Not just a feeling.
Remember this always:
'God determines who walks into your life. It is up to you to decide who you let walk away, who you let stay, and who you refuse to let go.'
Hi!!!!!!.... akhirnya.. setelah hampir 10 hrx24 jamx60menit berkutat dengan dokumen dan persiapan diklat yang mempertaruhkan reputasi gue sebagai koordinator... akhirnya gue bisa juga menyempatkan diri untuk nulis di Blog. Gila ya... saking sibuknya gue sampe lupa kalo bulan ini tuh ultah gue--MY BIG DAY. Dan ngomongin soal ultah, kayanya ini ultah gue yang paling ga dirayain sama sekali walopun gue masih nyempetin diri dinner bareng sama my whole family (Mak+Babe+Adek2 (alias setan2 cilik yang sekarang udah ga imut lagi.. heehehhe kapan juga setan imut ya? )+My Nenek and Mbah2 gue) dan juga berarti ditodong traktiran sama sepupu gue. Tapi cukuplah, mengobati rasa sepi gue. Abis sibuk ma kerjaan bikin gue ga sempet nelp ke papua, mana kadang2 sinyal eror lagi, ya uds jadinya gue nelp kadang inget aja. But, ada yang bikin gue sedikit haru. My ex-fiance, masih inget my B-day n sending me card. Well, simple tapi bikin gue terharu aja. Justru ketika gue lupa sama his B-day gue malah inget. Dan Ga cuma itu, paling ga gue jadi tau who my truly friends are (those who sending me wishes). Tapi kayaknya tambah umur gue jadi tambah tua deh. Tambah gampang melupakan triffle things. Ato jgn2 ini symptom penyakit? (Wallahualam deh..) Ada satu lagi, dari bertambahnya umur kayanya gue semakin di press buat buru2 nikah deh. Heran...... Gue jujur aja udah sedikit pesimis hehheh buat nikah... bukannya apa2. Ambil contoh tadi pagi, gue telp si mas, nah trus dia minta gue dateng ke papua in the mean time jadwal gue lagi padet2nya. Apalagi status gue masih diawang2 sama dia, ya jelas gue ga mau rugi kali bela2in dateng kesana. I know love needs sacrifaction but kalo status gue juga masih gantung gimana gue mo sacrifice? I bet he thinks the same. Kita masih belum tau apakah penjajakan yang bulan depan tepat 5 bulan ini bisa membuat kita memutuskan untuk menikah or at least tunangan. Oke lah gue dan dia bisa saling berkomunikasi lewat telepon tapi kalo nikah apa mungkin cuma telpon2n aja? apa kabar donk SEX-nya? apalagi jarak kita terlalu jauh jakarta-papua. Emang bener2 dipikir mateng2. Kalo soal cocok gue percaya gue bisa cocok dengan cowo kali ini, tapi gue ga tau dengan dia, apa dia juga cocok sama gue, THAT'S THE BIG Q. Ya entah lah, let time answer my questions.. anyway... time to go home.... udah mo dipadamin listriknya. Cee yaaa...
it's better for 'him' to know.
When i dont call you [its because im waiting for you to call me]
when i walk away from you [follow me]
when i stare at your mouth [kiss me]
when i push you or hit you [grab me and dont let go]
when i start cussing at you [kiss me and tell me you love me]
when im quiet [ask me whats wrong/or mess with me]
when i ignore you [give me your attention]
when i pull away [pull me back]
when you see me at my worst [tell me im beautiful]
when you see me start crying [hold me and tell me everything will be alright]
when you see me walking [sneak up and hug my waist from behind]
when im scared [protect me]
when i lay my head on your shoulder [tilt my head up and kiss me]
when i tease you [tease me back and make me laugh]
when i dont answer for a long time [reassure me that everything is okay]
when i look at you with doubt [back yourself up]
when i say that i like you [i really do more than you could understand]
when i grab at your hands [hold mine and play with my fingers]
when i bump into you [bump into me back and make me laugh]
when i tell you a secret [keep it safe and untold]
when i look at you in your eyes [dont look away until i do]
when i miss you [im hurting inside]
when you break my heart [the pain never really goes away]
when i say its over [i still want you to be mine]
when i repost this bulletin [i want you to read it]
He... gue mo curhat soal hal yang terjadi di kantor gue just yesterday . Not so good though... berhubungan sama masalah merit2n. Gini... tanggal 23 Maret besok as usual gue didaulat lagi buat jadi among tamu (hmmm kalo ga salah si bride's maid ya?) untuk pernikahan putri Kasubdit gue. Well as usual ini merupakan event pertama tahun ini yang ga mungkin jadi yang terakhir (hiks.. jadi inget film 27 dresses-nya Katherine Heigl) mengingat reputasi gue as bride's maid yang tak pernah tercela hehhehhheheh. Eniwei, ceritanya satu subdit ini diminta buat jadi wedding commiteenya si bapak bos tadi. Dan PUMK gue berinisiatif membelikan kita semua seragam. And that's how it started. Mrs. D (sebut aja) jum'at kemarin bersama Mrs. I and Ms. SW pergi shopping ke Danarhadi batik buat beli wedding uniformnya kita. Sebetulnya mereka bilang sih mo pergi ke gue, ga tau deh sama yang lain. Nah pas mereka pulang dan membagikan hasil perburuan mereka, Mrs. K yang bakalan jadi tandem gue di wed itu protes, yang bahannya jeleklah (plis deh bahan batik sutra seharga almost 1 jeti dibilang jelek, ya ampun.. duit segitu cukup buat kasih makan anak yatim se-ErTe kali) yang warnanya ga sreg-lah (c'mon... ini kan cuma buat dipake sekali helllooooowww??? daaaa??? kaya lo bakalan sering pake kebaya, bisa diitung deh berapa kali lo pake kebaya setaun!) and so on. Ga terima si Mrs I jelasin (berusaha beralasan) kalo bukannya dia yang mau, tapi karena waktu mepet dan bahan batik harus segera dijahit, bla bla bla ampe Ms Sw lah yang milihin. And eventually, the volcano erupted. Mrs. K bilang jangan mentang2 Mrs I mantan PUMK jadi bisa seenaknya pake duit ..... (u know lah) wah pokoke seru dah... ciri khas pertempuran antar perempuan hihihihi (plus adegan gabrak meja yang sinetron bangets gitu). Weh..weh...weh. gue jadi mikir ntar kalo gue kawin trus gue butuh bantuan mereka, mereka ribet juga kali ya kaya gini? ga mau diatur. Well kalo kita pikir.. niat kita kan jadi panitia kawinan gini kan buat membantu, buat ngebahagia-in orang lain, so I wonder deh gimana si Babeh react Senin depan kalo tau hal begini. Heran...heran... ternyata gini nih cara orang tua (yang katanya dewasa) ngajarin anak muda? They act as if they are children hehehehheh....
Dari Mas Wandi di milis JGM:
Surat Terbuka untuk Kita Semua Awalnya, saya mau menulis Surat terbuka untuk Bapak Menteri, tapi saya pikir ulang, ternyata seharusnya untuk kita semua. Edy Sutrisno, dengan menahan kegeramannya, menyiarkan berita kebodohan itu: Tol ke Bandara akan Ditinggikan. Edy bilang, Jasamarga berencana akan meninggikan badan jalan tol dan melebarkan badan jalan tol selebar 3,5m. Saya tiba-tiba terhenyak. Kebodohan apalagi yang hendak dilakukan pemerintah? Sepanjang yang saya tahu, sepanjang kanan dan kiri tol Bandara (Tol Sedyatmo) adalah sebagian lahan basah yang masih tersisa di Jakarta. Masih kata Edy, jika jalan tol ditinggikan tidak ada masalah dari segi ekologis, karena tidak mengurangi lahan basah yang ada, yang akan bermasalah adalah penambahan lebar jalan tol karena akan otomatis mengurangi luasan lahan basah (hutan rawa mangrove) yang ada. Solusi (?) yang diambil Jasa Marga, menunjukkan kebodohannya. Sangat bodoh. Solusi yang diambil Jasa Marga mirip dengan penanganan genteng bocor di sebuah rumah. Bukan gentengnya diperbaiki, tetapi malah beli ember untuk menampung air dari atap... Saya posting juga di blog saya, http://wandi.web.id Dan Petisi Menolak Tol Bandara Dilebarkan bisa ditandatangani di: Petisi Menolak Pelebaran dan Peninggian Tol Bandara Ir. Sedyatmo
| |